Fiqarrahmadani Yustiazari

a piece of my IR life

DINAMIKA JEPANG: KEKUATAN DI ASIA TIMUR SEJAK PASCA PERANG DINGIN, RELASI DENGAN AS HINGGA KEMUNDURANNYA

30 March 2014 - dalam MBP Asia Timur Oleh fyustiazari-fisip12

Dikalahkan oleh sekutu pada Perang Dunia II tidak lantas membuat Jepang jatuh dalam waktu yang berkepanjangan. Sebagai negara yang kalah perang, Jepang menunjukkan eksistensinya di dunia dengan dapat kembali berdiri sebagai negara yang maju. Pasca Perang Dingin bisa dikatakan merupakan titik kejayaan Jepang, di mana perekonomian Jepang berhasil maju meski sempat kalah pada Perang Dunia II. Bagaimana posisi Jepang di Asia? Apa yang membuat Jepang mampu bangkit kembali membangun negaranya? Dan apa hubungannya dengan Amerika Serikat mengenai perkembangan yang dialami oleh Jepang tersebut? Paper kali ini akan membahas mengenai salah satu negara di Asia Timur yang bisa dikatakan merupakan negara yang maju terlebih dahulu dibandingkan dengan negara-negara Asia yang lainnya, serta hubungannya dengan Amerika Serikat.

Posisi Jepang di Asia dipengaruhi oleh berbagai kondisi dalam negerinya. Jepang menunjukkan kesusksesannya dengan pertumbuhan ekonomi, peningkatan standar hidup, kemajuan teknologi, serta kekuatan keuangannya. Jepang merupakan negara dengan tingkat kesenjangan yang relative rendah (Vogel, 2006: 1). Secara politik, Jepang dapat dikatakan stabil karena hingga tahun 1955, Jepang mampu bertahan dalam dominasi partai politik yang sama tanpa gangguan. Sejak tahun 1945 pun Jepang mampu mengembangkan industrinya dan pada tahun 1970, Jepang berhasil membentuk pondasi bagi pertumbuhan ekonomi masa depan. Kemudian pada tahun 1980an, Jepang mampu melampaui Amerika Serikat dalah hal Foreign Direct Investment dan membuat Asia juga melampaui Amerika Serikat pada tahun 1991 karena Jepang menjadi pengekspor terbesar (Katzenstein dan Rouse, 1993: 218-9). Dapat dilihat bahwa sejak kalah dari Sekutu pada tahun 1945, Jepang telah selangkah demi selangkah mampu membangun kembali negaranya sehingga mampu menjadi kuat kembali, utamanya dalam bidang ekonomi.

Keberhasilan Jepang bangkit dan kekuatannya dalam bidang ekonomi ini kemudian membuat Jepang sangat berpengaruh di lingkup Asia. Negara-negara di Asia Tenggara kemudian ingin melakukan kerja sama ekonomi dengan Jepang. Jepang menjadi negara yang juga turut serta dalam perkembangan perekonomian di Asia Tenggara dengan transfer teknologi ke Asia Tenggara dan penyaluran investasi melalui foreign direct investment dengan jumlah yang besar (Ketzenstein dan Rouse, 1993: 220). Hal tersebut kemudian membuat Jepang dapat dikatakan sebagai “pemimpin” di Asia karena keterlibatannya dalam kemajuan Asia, terutama negara-negara berkembang seperti negara-negara Asia Tenggara.

Jepang mendapatkan keberhasilannya salah satunya adalah dengan menjalin hubungan yang dekat dengan negara kuat, seperti Amerika Serikat yang pada waktu Perang Dingin, merupakan salah satu dari kekuatan dominan di dunia ini. Banyak penelitian mengasilkan pemikiran bahwa Jepang, dalam perkembangannya, melibatkan Amerika Serikat sebagai satu negara adikuasa yang turut banyak andil dalam kebangkitan Jepang. Pada masa Perang Dingin, ketika Uni Soviet mulai menyebarkan pengaruhnya, ketakutan Amerika Serikat akan bahaya komunisme yang bisa saja menyebar hingga ke Jepang, muncul. Hal tersebut membuat Amerika Serikat mendekati beberapa negara di Asia Timur, seperti Jepang. Sedikit banyak, perpolitikan Jepang dipengaruhi oleh Amerika Serikat yang menganut demokrasi. Dalam bidang politik, Amerika Serikat, pasca kekalahan Jepang, telah mampu membangun sistem politik di Jepang sedemikian rupa. Dengan terlibatnya Amerika Serikat dalam membangun sistem politik Jepang, Amerika Serikat juga ikut berperan dalam pembangunan ekonomi di Jepang.

Karena Amerika Serikat tidak ingin Jepang terpengaruh komunis Uni Soviet, maka Amerika Serikat memberikan berbagai bantuan untuk Jepang. Amerika Serikat ingin menjadikan Jepang sebagai base camp bagi Asia untuk membendung komunidsme. Jepang banyak mengalokasikan dana untuk Jepang agar Jepang dapat mengembangkan industry-industri privatnya (Beckley et al, 2013: 9). Hal tersebut digunakan secara bijak oleh Jepang sehingga industry privat Jepang ternyata benar-benar mengalami kemajuan.  Selain itu, Amerika Serikat juga melakukan transfer teknologi kepada Jepang sehingga Jepang dapat lebih mengembangkan industrinya dengan teknologi-teknologi yang maju dari Amerika tersebut.

Ketika Jepang telah mengembangkan industrinya, Amerika Serikat juga menyediakan pasar untuk Jepang dalam memasarkan produk-produknya tersebut. Jepang memperoleh 30% dari pasar Amerika (Beckley et al, 2013: 10). Hal ini ternyata sangat bermanfaat bagi Jepang karena produk Jepang diminati di Amerika Serikat, namun Amerika Serikat sendiri yang justru mengalami permasalahan karena produknya sendiri jadi tidak laku. Hal tersebutlah yang kemudian menyebabkan Jepang dan Amerika Serikat mengalami konflik dalam hal perdagangan. Masyarakat Jepang tidak konsumtif terhadap produk impor, sementara masyarakat Amerika Serikat relatif konsumtif terhadap produk impor. Ini kemudian menyebabkan ketidakseimbangan perdagangan di antara Jepang dan Amerika Serikat (Gilpin, 2003: 317-8).

Meski Jepang jelas terbilang sukses, namun Jepang juga ternyata sempat mengalami kemunduran. Krisis Asia merupakan salah satu penyebab kemunduran Jepang. Beberapa penelitian menemukan adanya kesalahan kebijakan yang dibuat oleh pemerintah terkait dengan terjadinya bubble economy di Jepang. Kebijakan pemerintah untuk mendorong bubble economy pada tahun 1980an justru menyebabkan kemunduran Jepang pada tahun 1990an. Deputi Gubernur Bank Jepang pada waktu itu, menyadari keadaan ekonomi sedang menjadi terlalu panas, merekomendasikan untuk menaikkan suku bunga, meskipun harga konsumsi menjadi stabil, namun harga saham jadi menggelembung dan suplai uang mengalami perluasan (Vogel, 2006: 23). Kebijakan pemerintah Jepang ini dinilai tidak tepat sehingga bank pun juga mengalami krisis. Semakin parahnya bubble economy yang dialami oleh Jepang pada saat krisis menyebabkan kondisi Jepang semakin tidak menentu.

Dengan demikian, Jepang merupakan negara yang termasuk berhasil bangkit meski telah kalah dari Sekutu pada Perang Dunia II. Kehancuran Jepang akibat pengeboman Hiroshima dan Nagasaki oleh Sekutu, tidak lantas membuat Jepang terlalu terpuruk. Terbukti Jepang telah mengalami kebangkitan pada industrialisasinya pada tahun 1950an dan menorehkan sejarah yang sering disebut-sebut sebagai Japan’s Miracle. Keberhasilan Jepang tersebut ternyata melibatkan Amerika Serikat di baliknya, meski kemudian melahirkan konflik yang disebabkan karena ketidakseimbangan perdagangan. Meski Jepang merupakan negara yang sering disebut sebagai “pemimpin” Asia pada masa itu, namun Jepang juga sempat mengalami kemunduran yang seringkali dianggap kemunduran tersebut dikarenakan kesalahan pemerintah dalam mengambil kebijakan sehingga menyebabkan krisis di Jepang menjadi semakin parah dan Jepang sulit bangun dari krisis dalam waktu yang lama. Permasalahan ini tentu harus segera diselesaikan agar Jepang dapat bangkit kembali sebagai negara yang eksistensinya diperhitungkan di mata internasional.

 

 

Referensi:

Beckley, Michael et al. 2013. “America’s Role in The Making of Japan’s Economic Miracle” [online], diunduh dari http://papers.ssrn.com/sol3/papers.cfm, [28 Maret 2014].

Katzenstein, Peter J. dan Martin Rouse. 1993. “Japan as a Regional Power”, dalam Regionalism and Rivalry: Japan and the United States in Pacific Asia. Chicago: The University of Chicago Press.

Robert Gilpin. 2003. “Sources of American-Japanese Economic Conflict”, dalam G John Ikenberry dan M Mastanduno (eds), International Relations Theory and the Asia Pacific. New York: Columbia University Press.

Steven K Vogel. 2006. Japan Remodeled: How Government and Industry are Reforming Japanese Capitalism. London: Cornell University Press.



Read More | Respon : 0 komentar

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :   
   

Kategori

Artikel Terbaru

Artikel Terpopuler

Komentar Terbaru

Arsip

Blogroll

Lets have talk on Twitter!

My Treasured Life

    Instagram

Pengunjung

    1.751.205