Fiqarrahmadani Yustiazari

a piece of my IR life

DAMPAK PERJANJIAN VERSAILLES DAN LBB TERHADAP BANGSA ASIA DAN AFRIKA

26 January 2014 - dalam Sejarah Diplomasi Oleh fyustiazari-fisip12

            Keadaan buruk di Eropa akibat berlangsungnya Perang Dunia I akhirnya dapat diakhiri dengan dirumuskannya Perjanjian Versailles yang merupakan perjanjian perdamaian pada saat itu. Perjanjian Versailles dirumuskan secara pihak oleh pihak sekutu yang diperuntukkan oleh Jerman sebagai yang kalah pada Perang Dunia I. Hal tersebut tentu saja sangat memberatkan bagi Jerman karena Jerman menjadi sangat dirugikan dengan harus mengganti kerugian perang. Tidak hanya itu, Jerman juga harus menyerahkan sebagian wilayahnya. Namun demikian, Perjanjian Versailles mengandung unsur-unsur self determination yang akhirnya juga menjadi awal terbentuknya LBB. Unsur self determination yang tercermin pada kovenan LBB itu, tidak hanya berdampak pada Eropa saja, tetapi juga bagi negara-negara di belahan bumi lainnya.

            Perjanjian Versailles yang pada intinya berisi tentang bagaimana Jerman harus bertanggung jawab untuk mengembalikan keadaan setelah perang, nampaknya berdampak bagi negara-negara di Afrika. Sebagai konsekuensi dari kekalahan perang, Jerman harus menyerahkan beberapa wilayah di Afrika. Tentu saja hal tersebut merupakan suatu dampak yang baik dari bangsa-bangsa Afrika. Perjanjian Versailles yang juga melahirkan LBB mengandung prinsip self determination yang berarti negara bisa menentukan nasibnya sendiri tanpa campur tangan negara lainnya. Woodrow Wilson mengharapkan adanya balance of power  yang baru dan dihapuskannya sistem aliansi dengan didirikannya PBB (Kissinger 1994, 52). Dengan adanya kekuatan besar yang memimpin dalam LBB diharapkan akan bisa mengendalikan keamanan internasional. Terdapat negara-negara yang menjadi anggota tetap LBB yaitu Inggris, Prancis, Italia, dan Jepang. Negara-negara besar ini sesungguhnya diharapkan agar bisa menjaga keamanan dan perdamaian dunia.

            Perjanjian Versailles yang telah menghasilkan LBB menyebabkan negara-negara Asia dan Afrika menjadi bebas dari penjajahan sebelumnya. Melalui artikel 22 dalam kovenan LBB dijelaskan mengenai sistem mandat (avalon.yale.edu) yang diberikan kepada negara-negara besar untuk menjaga territorial negara-negara lainnya yang lebih kecil sehingga dapat tercipta keamanan dan perdamaian dunia. Negara-negara Asia dan Afrika mendapatkan masing-masing negara sebagai mandat dari LBB untuk menjaga dan mengatur administrasi teritorialnya. Hal ini menunjukkan bahwa LBB menginginkan adanya keamanan territorial bagi seluruh negara, termasuk negara bekas jajahan Eropa. Bangsa Asia dan Afrika tentu merasakan dampak dari hadirnya prinsip self determination dan prinsip pertahanan territorial yang terdapat dalam kovenan LBB tersebut. Karena dengan begitu wilayah mereka akan menjadi aman. Namun, apakah sistem ini dapat berjalan seterusnya?

            Prinsip self determination mungkin memang dapat membuat negara-negara di Asia dan Afrika merasa senang, namun saat itu Eropa masih menjadi pihak yang sangat besar kuasanya atas dunia internasional. Negara-negara besar itu seharusnya dapat melindungi negara-negara kecil khususnya di Asia dan Afrika. Namun kenyataannya tidak. Lahirnya LBB dengan adanya kekuatan besar di dalamnya tidak membuat dunia kemudian menjadi lebih aman. Munculnya kekuatan besar di LBB malah memunculkan kekuatan-kekuatan internal di dalam negeri, seperti misalnya Benito Mussolini di Italia. Italia malah melakukan penyerangan terhadap Ethiopia. Padahal sebagai negara besar seharusnya Italia menjaga keamanan dan perdamaian di dunia Internasional. Sikap Italia terhadap kovenan LBB skeptis (Schmidt t.t.) sehingga membuatnya melakukan penyerangan terhadap Ethiopia. Hal serupa juga dilakukan oleh Jepang. Jepang juga bersikap tidak baik terhadap kovenan LBB. Usulnya mengenai menambahkan kalimat dalam pembukaan kovenan ternyata tidak diterima sehingga Jepang kemudian melancarkan serangan ke Machuri, Cina (Schmendt t.t.). Hal tersebut menunjukkan bahwa kegagalan negara-negara besar dalam menjaga keamanan internasional juga berdampak pada bangsa Asia dan Afrika yang harus kembali terjajah dan merasa tidak aman.

            Pada awalnya memang LBB berpengaruh baik bagi bangsa Asia dan Afrika yaitu dengan menjadi amannya wilayah territorial mereka dengan sistem mandat juga terciptanya kebebasan dari penjajahan. Namun hal tersebut ternyata tidak berlangsung lama. Nyatanya, negara-negara besar masih menggunakan dominasinya untuk melakukan penyerangan, padahal tugas mereka adalah menjaga keamanan dan perdamaian dunia. Kebaikan-kebaikan setiap pasal yang tersusun begitu mempengaruhi keadaan dan keamanan Asia dan Afrika, namun ketika itu semua gagal dilaksanakan, bangsa Asia dan Afrika tidak dapat terhindar lagi dari penjajahan.

 

Referensi:

Kissinger, Henry. 1994. Diplomacy. New York: Simon and Schuster Inc.

Schmendt, Karl J. The League of Nations [online], dalam www.leg.rug.ln. Diakses pada Senin, 7 Oktober 2013.

The Covenant of The League of Nations [online], dalam avalon.yale.edu. Diakses pada Senin, 7 Oktober 2013.

 



Read More | Respon : 0 komentar

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :   
   

Kategori

Artikel Terbaru

Artikel Terpopuler

Komentar Terbaru

Arsip

Blogroll

Lets have talk on Twitter!

My Treasured Life

    Instagram

Pengunjung

    1.751.213