Fiqarrahmadani Yustiazari

a piece of my IR life

TEORI KRITIS: AKAR FILOSOFIS ILMU HI?

05 July 2013 - dalam Teoriteori Hubungan Internasional Oleh fyustiazari-fisip12

Seiring dengan perkembangan zaman dan kebutuhan, pendekatan-pendekatan banyak bermunculan sesuai dengan kebutuhan dan keadaan pada masa pendekatan-pendekatan tersebut muncul. Mulai dari pendekatan realis yang lahir ketika zaman perang, pendekatan liberalis yang lahir setelahnya yang mengatakan bahwa perang tidak seharusnya terjadi jika kerjasama bisa mengganti. Pendekatan-pendekatan baru bermunculan dan saling mengkritisi satu sama lain hingga akhirnya muncul teori yang muncul belakangan yang muncul dari akar marxis. Teori tersebut dinamakan teori kritis.

            Sesuai dengan namanya, teori kritis lahir mengkritisi teori-teori sebelumnya. Mengkritisi bukan berarti menyalahkan dan membuat teori yang sudah ada sebelumnya menjadi buruk, namun teori kritis fungsinya lebih memperbaiki apa-apa yang sudah dianggap benar oleh teori-teori sebelumnya. Meski teori ini lahir dari akar marxis, namun teori ini juga mengkritisi marxis karena teori ini memang mengkritisi semua hal. Teori kritis lahir dari akar marxis. Sisi marxis yang dimiliki oleh teori kritis ini adalah ia tidak hanya memiliki sifat mengkritisi tetapi juga melihat fenomena dari sisi sosial.  Teori kritis ingin menghapuskan ketidakadilan dengan meningkatkan eksistensi manusia untuk mengkritisi apa-apa yang ada disekitarnya agar keadilan dapat tercipta.

Teori kritis mengutamakan tentang emancipatory karena belajar HI harus diorientasikan pada emancipatory. Pemahaman teori kritis mengenai emansipasi adalah menyangkut pemikiran ulang dan rekonstruksi tentang keamanan dan komunitas dalam kehidupan politik modern (Burchill & Linklater 1996, 232). Pemberian hak-hak yang sama dalam etika komunitas menjadi penting untuk mencapai suatu penyetaraan. Teori kritis mengharapkan kemajuan organisasi politik global yang adil dan demokratis dengan membentuk norma sosial, prinsip politik, dan institusi.

 Teori kritis mengharapkan pembebasan. Apa yang seharusnya dibebaskan menurut teori kritis adalah pola pikir. Teori kritis ingin membebaskan pemikiran yang terbelenggu dari setting-setting tertentu. Karena tidak semua trend dan mainstream itu benar (Wardhani, 2013). Manusia-manusia diharapkan oleh teori kritis untuk selalu melihat sekitar dan mulai memikirkan bahwa tidak semua yang mereka lihat itu benar, ada baiknya untuk mengkritisinya agar tidak termakan trend dan mainstream sehingga akan menjadi korban dari ketidakadilan yang mungkin ditimbulkan dari trend dan mainstream tersebut.

            Dengan sifatnya yang mengkritisi tersebut, teori kritis memberikan pencerahan dan landasan filosofis untuk teori-teori HI sebelumnya. Karena seperti yang diungkapkan Linklater, teori-teori HI sebelumnya tentu saja memiliki kekurangan. Seperti pemikiran liberalis mengenai kerja sama belum tentu semuanya benar karena liberalisme merupakan akar dari kapitalisme yang menciptakan eksploitasi. Sedangkan teori kritis ini mengkritisi mengenai eksploitasi yang terjadi dalam sistem intenasional pada saat ini. Objeknya adalah negara berdaulat. Teori kritis menganggap bahwa dalam negara yang berdaulat, seharusnya tidak ada yang berhak untuk mencampuri urusan negara apalagi dengan menghukum negara tersebut, namun nyatanya negara diperdayai dengan sistem liberalisme yang membuat negara tunduk pada sistem “pemerintahan global” yang mengatur pola perilakunya.

Karena bersifat filosofis, yang cenderung melihat segalanya berdasarkan fakta, teori kritis jauh dari pemikiran tradisional yang melihat teori hanya berdasarkan sejarah bukan fakta. Ini tentu kontras dengan pemikiran kaum positivis yang menganggap teori sebagai bagian yang terpisah dari fakta, karenanya teori kritis juga mengkritisi positivis dengan menekankan bahwa teori tidak dapat dipisahkan dari fakta. Teori kritis juga bersifat ingin selalu mengembangkan diri, karena memang teori ini ingin memperbaiki apa yang sudah pernah dianggap benar. Dengan begitu, teori kritis mengandung utopisme. Teori kritis sebagai sesuatu yang filosofis, memiliki orientasi untuk selalu mengembangkan diri untuk menjadi sempurna. Dari sanalah kita bisa melihat sisi teori kritis yang utopis.

Lalu bagaimana kontribusi teori kritis terhadap ilmu hubungan internasional. Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, teori kritis merupakan akar pemikiran filosofis yang melahirkan ilmu HI, itu merupakan kontribusi terbesarnya dalam hubungan internasional. Sebagai sebuah teori, teori kritis memberikan kontribusi-kontribusi sebagai berikut yang mencakup tiga bidang, yaitu: (1) analisis sosiologis-historis terhadap struktur politik dunia modern; (2) kritik filosofis terhadap partikularistik dan eksklusioner; (3) penyelidikan filosofis ke dalam suatu kondisi yang memungkinkan terjadinya emansipasi dalam politik dunia (Buchill & Linklater 1996, 233). Dari ketiga pernyataan tersebut dapat dilihat bahwa teori kritis memang sangat menyoroti tentang emansipasi dalam hubungan internasional. Dengan kritik-kritiknya terhadap teori-teori sebelumnya, teori kritis mencoba untuk menekankan emansipasi dalam hubungan internasional.

Dengan demikian, teori kritis merupakan satu teori dalam hubungan internasional yang mengajak kita untuk selalu berfikir dan membebaskan diri. Membebaskan diri dari hal-hal yang sudah dianggap benar sebaiknya ditinjau lagi menurut teori kritis. Karena hal-hal yang sudah dianggap benar belum tentu benar semua, pasti ada kekuarangan dalam pemikiran. Hal tersebutlah yang kemudian membuat teori kritis menginginkan sebuah pembebasan pikiran untuk terus mengembangkan diri.

 

REFERENSI:

Burchill, Scott dan Andrew Linklater. 1996. Theories of International Relations. New York: ST Martin’s Press.

Wardhani, Baiq Lekar Sinayang. 2013. “Critical Theory and Frankfurt School”, dalam Kuliah Teori-teori Hubungan Internasional. Universitas Airlangga 11 April 2013.

 



Read More | Respon : 0 komentar

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :   
   

Kategori

Artikel Terbaru

Artikel Terpopuler

Komentar Terbaru

Arsip

Blogroll

Lets have talk on Twitter!

My Treasured Life

    Instagram

Pengunjung

    1.751.190