Fiqarrahmadani Yustiazari

a piece of my IR life

AGEN BARU GLOBALISASI: PERAN WANITA DAN MUNCULNYA TRANS-NASIONAL MIDDLE CLASS

28 May 2013 - dalam Pengantar Globalisasi Oleh fyustiazari-fisip12

Globalisasi tidak dapat dipungkiri memang memberikan dampak yang luar biasa yang berkaitan dengan keadaan suatu negara. Bahkan dapat melunturkan budaya yang sudah kental ada di negara tersebut. Steve Derne (2005) melakukan penelitian di India terkait dengan permasalahan globalisasi. India merupakan negara yang bisa dikatakan masih memegang erat adat dan budaya mereka. Namun apa yang terjadi setelah globalisasi masuk dan berkembang di sana? Bahkan agen baru globalisasi muncul. Agen baru globalisasi tersebut membawa arus globalisasi yang semakin deras.

            Pada era sebelum globalisasi berkembang di India, bahkan orang-orang kehidupannya sudah mapan tetapi masih memiliki orientasi budaya yang kental. Hal ini dibuktikan ketika Derne melakukan wawancara dengan orang India yang sudah mapan pada tahun 1991, masih banyak orang India yang sudah mapan tetapi masih tidak begitu dekat dengan dunia modern, memiliki akses televisi, bahkan tidak berbicara bahasa Inggris dengan baik. Padahal mereka tergolong orang-orang yang mapan dan memiliki kehidupan yang baik. Pada tahun 2001 Derne juga melakukan wawancara kembali. Hal yang mengagetkan adalah, pada tahun 2001 jumlah orang sukses di India tidak jauh berbeda jika dibandingkan dengan pada tahun 1991, bahkan mungkin dalam beberapa bidang, lebih banyak orang yang sukses pada tahun 1991. Tetapi pada tahun 2001, kehidupan orang-orang sukses tersebut sudah lebih modern bahkan mereka dapat melihat film-film Hollywood.

            Dari uraian di atas, dapat dilihat bahwa globalisasi menimbulkan munculnya kelas baru. Dari yang hanya kelas menengah saja menjadi kelas menengah transnasional yang lebih modern. Kelas mengengah transnasional memiliki kehidupan yang lebih modern. Mereka mengkonsumsi produk-produk yang lebih global, melihat film-film Hollywood ketimbang film-film lokal India, dan makan makanan yang kebarat-baratan seperti pizza. Mereka juga akhirnya memiliki kemampuan bahasa Ingrris yang lebih baik (Derne, 2005). Globalisasi sedemikiannya dapat memunculkan kelas sosial baru dan memudarkan budaya India yang tadinya begitu kental.

            Kemunculan kelas menengah transnasional di India akibat globalisasi nampaknya tidak dilihat berdasarkan kemampuan produksi mereka yang mampu menembus pasar internasional. Kemunculan kelas menengah transnasional di India dilihat dari sifat-sifat konsumtif mereka sejak globalisasi berkembang di India. Dengan berkembangnya globalisasi di India, produk-produk barat berdatangan ke pasar India sehingga menimbulkan perilaku konsumtif masyarakat India. Hal tersebut memunculkan agen baru yang membawa arus globalisasi semakin baru. Di India nampaknya perempuan memiliki peran yang signifikan sebagai agen baru globalisasi.

            Bagaimana perempuan memiliki peran yang begitu signifikan sebagai agen globalisasi? Produk-produk kosmopolitan yang masuk ke pasar India akibat globalisasi memicu perilaku konsumtif masyarakat India. Hal ini terutama berlaku bagi kebanyakan perempuan. Perempuan di India ingin terlihat sebagai perempuan kosmopolitan yang modern, karena itu mereka ingin membeli produk-produk kosmetik, fashion, bahkan program penurunan berat badan (Derne, 2005). Munculnya produk-produk barat yang mendukung kecantikan dan feminitas, membuat perempuan-perempuan di India semakin konsumtif dan akhirnya dapat mempengaruhi semakin derasnya arus globalisasi di India.

            Perempuan dengan demikian berpikir lebih terbuka dan modern. Ditambah dengan dukungan media yang semakin membuka pikiran perempuan-perempuan India, bahkan budaya mereka tentang pernikahan juga menjadi semakin berubah. Dahulu pernikahan di India adalah berdasarkan perjodohan, namun perempuan sekarang lebih independen dan menolak adanya perjodohan. Mereka ingin menikah berdasarkan cinta bukan pilihan orang tua. Valentine Day dan kencan anak-anak muda menjadi sangat common di India sejak media mempertontonkan film-film romance Hollywood (Derne, 2005). Di sini, peran media bisa dikatakan sangat besar dalam keterlibatan perempuan sebagai agen baru globalisasi.

            Globalisasi ternyata penyebarannya tidak hanya dibawa oleh aktor-aktor yang selama ini sudah kita kenal seperti aktor negara dan non negara. Bahkan ternyata individu pun dapat menjadi agen dari globalisasi. Perilaku konsumtif perempuan di India ternyata dapat menyebabkan arus globalisasi semakin deras. Karena itu perempuan di India dapat dikatakan sebagai agen globalisasi juga. Sementara itu globalisasi juga memuculkan masyarakat kelas menengah transnasional yang memberi dukungan terhadap globalisasi yang membuat globalisasi semakin berkembang sehingga masyarakat kelas menengah transnasional juga bisa dikatakan sebagai agen baru globalisasi.

Referensi:

Derne, Steve. 2005. “Globalization and the Making of a Transnational Middle Class: Implication for Class Analysis”, dalam Richard P. Appelbaum dan W.I. Robinson, Critical Globalization Studies, New York: Routledge, pp. 177-186 



Read More | Respon : 0 komentar

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :   
   

Kategori

Artikel Terbaru

Artikel Terpopuler

Komentar Terbaru

Arsip

Blogroll

Lets have talk on Twitter!

My Treasured Life

    Instagram

Pengunjung

    1.761.837