Fiqarrahmadani Yustiazari

a piece of my IR life

KEBERHASILAN MED PLAN DAN KETERLIBATAN KOMUNITAS EPISTEMIK

27 May 2013 - dalam Rezim Internasional Oleh fyustiazari-fisip12

Jika berbicara tentang rezim internasional, seringkali yang terbesit di pemikiran kita adalah bagaimana rezim bisa berjalan dengan efektif dengan mengusahakan kepatuhan-kepatuhan para aktor yang terlibat di dalamnya. Aktor di dalamnya tidak lain adalah negara-negara yang memiliki kepentingan masing-masing yang mencoba menyatukannya dalam sebuah rezim. Namun sekarang ini muncul aktor baru yang dapat berpengaruh dalam keberhasilan rezim internasional. Aktor-aktor tersebut merupakan golongan ahli di bidang tertentu (terkait dengan permasalahan yang coba diselesaikan dalam suatu rezim) yang seringkali disebut sebagai komunitas epistemik

            Petter M. Haas (1989), mencoba memberikan penjelasan tentang keterkaitan komunitas epistemik dengan efektivitas dan keberhasilan suatu rezim melalui analisisnya dalam Mediterranean Action Plan (Med Plan). Med Plan adalah suatu rezim untuk permasalahan kontrol polusi perariaran di Laut Mediterania. Polusi di Laut Mediterania merupakan masalah bersama terkait dengan kelestarian lingkungan sehingga dibutuhkan upaya nyata untuk menanggulanginya. Karena itu dibentuklah Med Plan tersebut. Namun negosiasi dalam rezim antara negara-negara yang terlibat tidaklah mudah karena mereka memiliki kepentingannya masing-masing. Misalnya Aljazair yang tidak ingin mengorbankan pembangunan mereka karena mereka merupakan negara berkembang.

            Meski pada akhirnya Aljazair meratfikasi Med Plan, namun kepatuhannya tidak dapat dijamin dengan hanya itu. Karena itu, pengaruh dari tenaga-tenaga ahli juga diperlukan. Keberhasilan pembentukan Med Plan juga dipromosikan oleh komunitas ecologist dan ilmuwan perairan laut. Komuunitas tersebut juga terlibat dalam pembuatan kebijakan dalam Med Plan, bahkan berhak untuk melakukan enforcing dan supervising dalam perhitungan kontrol polusi (Haas, 1989: 380). Karena mereka ahli di bidangnya, nampaknya tindakan-tindakan yang dilaksanakan berdasarkan kebijakan yang dibuat oleh komunitas tersebut akan lebih efektif. Negara juga cenderung akan patuh dengan kebijakan tersebut.

            Dengan terlibatnya komunitas ahli dalam Med Plan, rezim ini emberikan kemajuan dan semakin efektif. Setelah tahun 1976, peraturan mengenai melimdungi Mediterania dari polusi semakin menguat dan dipatuhi oleh negara-negara yang terlibat. Med Plan memberlakukan larangan untuk dumping perairan untuk menghindari limbah-limbah baik dari agrikultur maupun industri. Kebijakan ini kemudian menjaadikan Med Plan dapat mengeliminasi emisi dari substansi racun serta mengurangi emisi substansi hazardous serta meminta negara-negara untuk membuat peraturan tentang pengontrolan substansi-substansi tersebut (Haas, 1989: 382). Kebijakan ini berhasil dan memperkuat Med Pal, buktinya sebanyak 33% pantai yang tidak aman untuk berenangm kini menjadi hanya 20% saja yang tidak aman untuk berenang menurut WHO dan UNEP (Haas, 1989: 383) dan masih ada bukti-bukti lain yang berdampak baik untuk negara-negara di sekitarnya.

            Hal tersebut menunjukkan bahwa keterlibatan ilmuwan regional dapat membuat kondisi Mediterania menjadi semakin baik. Pressure untuk patuh terhadap rezim dipengaruhi oleh menteri lingkungan yang melakukan tindakann koordinatif dan regulatif. Menteri lingkungan tersebut memiliki staf yaitu para komuntas epistemik ahli lingkungan dan ilmuwan yang dalam hal ini bertugas untuk membuat kebijakan tentang kontrol terhadap polusi (Haas, 1989: 388). Mereka memberikan dorongan bagi pemerintah untuk mendukung negosiasi dan untuk mematuhi peraturan-peraturan Med Plan sehingga dapat berjalan efektif.

            Dengan demikian, untuk mempengaruhi efektivitas suatu rezim internasional ternyata bukan hanya negara-negara saja yang menjadi aktor. Muncul aktor-aktor baru yaitu para ahli yang menangani kasus di bidang keahliannya. Para ahli tersebut memberikan kebijakan-kebijakan alternative untuk mendukung keberhasilan suatu rezim juga mendorong pemerintah untuk mematuhi peraturan yang ada dalam suatu rezim tersebut. Med Plan, misalnya, meraih keberhasilan dengan keterlibatan komunitas ahli yaitu ecologist dan ilmuwan yang juga terlibat dalam pembuatan kebijakan strategis. Hasilnya, polusi di Mediterania dapat dikontrol yang artinya rezim ini mengalami keberhasilan.

Referensi:

Haas, Peter M. 1989. “Do regimes matter? Epistemic communities and Mediterranean

pollution control”, dalam International Organization, Vol. 43, No. 3, hal. 377-403.



Read More | Respon : 0 komentar

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :   
   

Kategori

Artikel Terbaru

Artikel Terpopuler

Komentar Terbaru

Arsip

Blogroll

Lets have talk on Twitter!

My Treasured Life

    Instagram

Pengunjung

    1.751.143