Fiqarrahmadani Yustiazari

a piece of my IR life

DOKTRIN PERTAHANAN INDONESIA: ANTI-EKSPANSI DAN STRATEGI SEDIA PAYUNG SEBELUM HUJAN

27 May 2013 - dalam Studi Strategis Indonesia Oleh fyustiazari-fisip12

Perang, meski telah lama berakhir namun tidak menutup kemungkinan untuk terjadi lagi di dunia yang kompleks persaingan ini. Negara-negara membangun dan mengembangkan kekuatannya masing-masing untuk dapat menjadi yang terkuat apabila perang dunia terjadi lagi nanti. Masing-masing negara tentunya telah memiliki pemikiran dan strategi pertahanan mereka sendiri, begitu juga dengan Indonesia yang memiliki doktrin dan strategi pertahanan sendiri sesuai dengan karakteristik dan prinsip-prinsip yang dianut. Bagaimana doktrin pertahanan Indonesia hingga saat ini?

            Mayjen T.B. Simatupang (1981), dalam tulisannya mengungkapkan berbagai konsep geopolitik yang dikemukakan oleh beberapa teoritisi-teoritisi barat mengenai bagaimana agar negara dapat tumbuh. Ada hubungan antara wilayah georafis dengan masalah strategi pertahanan dan politik. Teoritisi asal Inggris Sir Walter Raleigh pada abad ke-16 mengungkapkan bahwa penguasaan laut lah yang terpenting untuk dilakukan untuk dapat menguasai dunia. Ada juga pendapat lain dari Mackinder yang menyatakan bahwa penguasaan daerah-daerah jantung adalah hal yang terpenting untuk dapat menguasai dunia. Serta masih banyak lagi teoritisi yang mengungkapkan konsepnya masing-masing mengenai konsep geopolitik. Pada intinya semua pendapat barat mengenai konsep geopolitik adalah tentang cara-cara barat untuk menguasai dunia mengenai ekspansi atau perluasan wilayah. Lalu apakah cara-cara tersebut cocok bagi Indonesia?

            Jika dilihat dari kepribadian Indonesia, nampaknya cara-cara seperti itu tidak cocok jika diterapkan di Indonesia. Hal ini juga diungkapkan dalam tulisan AH. Nasution (1984), bahwa Indonesia adalah cinta damai dan cinta kemerdekaan. Jika ditilik dari pernyataan AH. Nasution dalam tulisannya tersebut, maka dapat dilihat bahwa Indonesia tidak memiliki misi ekspansi dalam konsep geopolitiknya. Indonesia dengan karakteristik cinta damai dan cinta kemerdekaan anti-ekspansi yang artinya misi pertahanannya adalah untuk menjaga dan mempertahankan keutuhan dan kesatuan wilayah Indonesia.

            Dalam tulisan AH. Nasution juga diungkapkan mengenai strategi apa yang harus dilakukan kalau saja perang terjadi. Pertama, sebelum perang terjadi tentunya penting bagi Indonesia untuk mempersiapkan diri jauh sebelum perang terjadi. “Sedia payung sebelum hujan”, inilah yang diusung oleh Indonesia untuk mempersiapkan diri sebelum perang terjadi. Bagaimana penerapannya? AH. Nasution menyadari ketinggalan bangsa Indonesia dalam hal pertahanan dan pasukan, karena itu ia memperkirakan 5 sampai 10 tahun yang akan datang Indonesia masih bisa mengembangkan pertahanan yang lumayan. Namun apakah lumayan itu cukup? Seharusnya target tersebut bisa lebih jauh lagi dilampaui.

            AH. Nasution juga mengungkapkan bahwa bentuk nyata sedia payung sebelum hujan Indonesia adalah dengan memberikan pengertian dan pembekalan sejak dini kepada anak-anak bangsa tentang kewajiban mereka sebagai warga negara Indonesia yang wajib ikut serta dalam upaya pertahanan Indonesia juga pengembangan Indonesia. Penting bagi bangsa Indonesia untuk mengetahui karakteristik wilayah Indonesia untuk dapat menggunakan keunggulan wilayah Indonesia untuk mengembangkan Indonesia menjadi lebih baik.

            Lalu, apa yang akan dilakukan Indonesia jika perang terjadi? Hal ini juga berkaitan dengan yang diungkapkan dalam tulisan AH. Nasution bahwa Indonesia cinta damai dan cinta kemerdekaan. Cinta damai dan cinta kemerdekaan artinya tidak memihak salah satu blok manapun karena perang adalah soal memperbanyak kawan dan mengurangi lawan. Indonesia tidak ingin membina hubungan buruk dengan manapun karena Indonesia adalah bangsa yang cinta damai. Selain itu, perang gerilya juga masih akan digunakan seandainya perang terjadi kembali. Karena karakteristik wilayah Indonesia paling sesuai dengan strategi perang gerilya.

            Dengan demikian doktrin pertahanan yang sampai saat ini dipegang oleh Indonesia adalah strategi “sedia payung sebelum hujan”. Hal ini dianggap sesuai dengan kepribadian Indonesia yang cinta damai dan cinta kemerdekaan. Jika ingin damai dan merdeka sebaiknya berjaga-jaga agar jangan sampai terjadi perang. Selain itu Indonesia merupakan negara non-blok serta anti-ekspansi. Misi pertahanannya adalah untuk menjaga dan mempertahankan keutuhan wilayah Indonesia.

 

Referensi:

Nasution, AH. 1984. “Bentuk-Bentuk Peperangan dan Pembangunan Pertahanan Kita”, dalam Pokok- Pokok Gerilya dan Pertahanan Republik Indonesia di Masa Lalu dan Masa yang akan Datang, Bandung: Penerbit Angkasa, hal. 241-264.

Nasution, AH. 1984. “Gerilya dan Perang Kita yang akan Datang”,  dalam Pokok-Pokok Gerilya dan Pertahanan Republik Indonesia di Masa Lalu dan Masa yang akan Datang, Bandung: Penerbit Angkasa, hal. 77-177.

Simatupang, Mayjen, T.B. 1981. “Geopolitik dan Masalah Pertahanan Kita”, dalam Pelopor Perang dalam Perang Pelopor Damai, Jakarta: Penerbit Sinar Harapan, hal. 198-240.



Read More | Respon : 0 komentar

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :   
   

Kategori

Artikel Terbaru

Artikel Terpopuler

Komentar Terbaru

Arsip

Blogroll

Lets have talk on Twitter!

My Treasured Life

    Instagram

Pengunjung

    1.738.643