Fiqarrahmadani Yustiazari

a piece of my IR life

EFEKTIVITAS REZIM INTERNASIONAL

14 May 2013 - dalam Rezim Internasional Oleh fyustiazari-fisip12

Segala sesuatu di dunia ini ada dan diciptakan untuk memberikan manfaat. Begitu juga halnya dengan rezim internasional yang timbul dengan segala manfaat-manfaatnya. Seperti yang sudah kita tahu, pengertian rezim yang paling dapat diterima adalah menurut Krasner yaitu seperangkat prinsip, norma, aturan dan prosedur pembuatan keputusan baik implisit maupun eksplisit dalam suatu isu area tertentu. Rezim internasional memuat berbagai hal yang telah disebutkan diatas seperti prinsip, norma, aturan, dan prosedur pembuatan keputusan. Hal-hal tersebut kemudian yang akan bermanfaat bagi para aktor yang tergabung dalam suatu rezim internasional.

            Rezim dikenal sebagai suatu fasilitas bagi negara-negara untuk menyalurkan kepentingannya. Negara tentu memiliki kekuatan masing-masing yang tidak sama dalam mencapai kepentingan nasionalnya. Karena itulah rezim ada, untuk membantu negara-negara mencapai kepentingannya melalui kerja sama dalam rezim. Sejauh mana efektivitas rezim dipahami sebenarnya? Para ahli ekonomi dan para ahli hukum memiliki pandangan berbeda-beda mengenai satu kata “efektivitas”. Namun nampaknya yang paling sesuai dengan konteks rezim disini adalah bahwa efektivitas rezim adalah kontribusinya dalam menyelesaikan masalah dalam isu area tertentu yang sudah menjadi tujuan dari rezim itu sendiri (Levy et. Al, 1991 dalam Stokke, 2006: 5).

            Memang, suatu rezim akan terlihat efektifitasnya dengan bukti bagaimana rezim tersebut sudah berhasil menyelesaikan masalah tertentu yang memang sudah menjadi tujuan utama dari rezim tersebut dari awal, misalnya masalah perdagangan melalui rezim WTO. Bernauer (dalam Stokke, 2006: 5) juga mengaitkan antara efektivitas rezim dan prinsip tujuan institusional. Dalam efektivitas rezim untuk menyelesaikan masalah, dua hal yang harus diperhatikan adalah penentuan masalah yang hendak diselesaikan melalui rezim internasional dan penyelesaian masalah tersebut (Stokke, 2006). Sebelum masalah diselesaikan, menentukan spesifik isu area harus ditentukan terlebih dahulu. Hal tersebut bukan merupakan sebuah hal yang mudah karena perlu dipikirkan matang-matang apakah masalah tersebut relevan dengan rezim yang ada dan sejauh mana masalah tersebut akan bisa diselesaikan melalui rezim itu sendiri. Setelah masalah teridentifikasi, tentu masalah harus diselesaikan melalui rezim tersebut. Kemampuan suatu rezim dalam menyelesaikan masalah yang ada mempengaruhi tingkat efektivitas rezim tersebut. Rezim, dengan prinsip, norma, aturan dan prosedur pembuatan keputusannya dapat dikatakan efektif apabila rezim tersebut dapat membantu mencapai tujuan awal rezim itu sendiri.

            Dapat diambil contoh tentang rezim lingkungan hidup. Lingkungan hidup belakangan ini sedang mendapatkan perhatian lebih dengan semakin rusaknya bumi ini karena adanya isu global warming yang terkenal di seluruh dunia. Siapa yang tidak ingin menyelamatkan bumi sebagai tempat tinggal manusia? Tentu semua orang ingin ikut berpartisipasi dalam penyelamatan bumi ini. Bisa dikatakan berawal dari keinginan itulah gerakan penyelamatan bumi melalui rezim lingkungan hidup muncul. Rezim lingkungan hidup ini merupakan suatu masalah spesifik yang mulai ingin diselesaikan melalui rezim internasional. Untuk merancang isu-isu yang terlibat dan membuat suatu rangka kerja untuk mengevaluasi perkembangan yang ada dan pertimbangan-pertimbangan yang mungkin mempengaruhi atau mendesak pembangunan masa depan disusun dalam tiga tema besar: (1) suatu proses dimana peraturan lingkungan dan rezim telah dan akan dibuat, dan masalah-masalah yang berhubungan dengan implementasinya; (2) peran institusi internasional formal dimasa lalu dan masa yang akan datang dalam perlindungan terhadap lingkungan; dan (3) sifat dan arti penting perlindungan intarnasional dari konflik antarnegara mengenai power, mengenai distribusi biaya pengelolaan lingkungan, pertanyaan mengenai kedaulatan negara dan kebebasan bertindak (Hurrel & Kingburry, 2006).

                  Rezim lingkungan hidup ini tentu akan dikatakan efektif apabila tujuan rezim tersebut dibentuk bisa berhasil dicapai. Jika tujuan sudah berhasil dicapai artinya rezim lingkungan hidup tersebut sanggup menyelesaikan masalah yang ada. Namun hal tersebut bukanlah suatu hal yang mudah. Ketidakstabilan keadaan lingkungan karena ulah manusia bisa juga menjadi penyebabnya. Perilaku negara yang dipengaruhi oleh prinsip, norma, dan aturan yang ada dalam rezim , berpengaruh dalam efektivitas berjalannya suatu rezim. Jadi, untuk mencapai efektivitas tersebut dibutuhkan peran-peran yang mendukung dari tiap anggota yang terlibat.

Referensi:
Stokke, Olav Schram. (2006). Determining the Effectiveness of International Regimes. Diakses pada tanggal 11 Mei 2013, dari: http://www.svt.ntnu.no/iss/fagkonferanse2007/intern/papers/
Hurrel, Andrew & Kingbury, Benedict. (2006). “The International Politics of The Environment: Introduction”. Dalam Dewi Utariah, The International Politics of The Environment. Diakses pada tanggal 11 Mei 2013, dari http://pustaka.unpad.ac.id/wpcontent/uploads/2009/05/the_international_politics_of_the_environment.pdf

 



Read More | Respon : 0 komentar

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :   
   

Kategori

Artikel Terbaru

Artikel Terpopuler

Komentar Terbaru

Arsip

Blogroll

Lets have talk on Twitter!

My Treasured Life

    Instagram

Pengunjung

    1.751.139