Fiqarrahmadani Yustiazari

a piece of my IR life

GLOBALISASI EKONOMI

09 April 2013 - dalam Pengantar Globalisasi Oleh fyustiazari-fisip12

Semakin beragamnya makanan dan minuman dan juga barang-barang yang banyak dijual di pasaran – terutama produk dari luar negeri – banyak membuat orang-orang senang bahkan bangga dengan mengkonsumsi makanan dan minuman tersebut. Dahulu makanan dan minuman tradisional menjadi raja di negeri sendiri, namun sekarang sudah lain lagi ceritanya. Perubahan zaman yang mau tidak mau diterima oleh masyarakat kita ini membuat kita tidak sadar terhadap apa yang sebenarnya sedang terjadi saat ini hingga produk dalam negeri tergeser dengan produk luar negeri yang menjamur di negeri sendiri ini. Dengan membanjirnya produk-produk luar negeri ini, kita sebenarnya sedang terkena arus globalisasi terutama dalam bidang ekonomi.

            Apa sebenarnya globalisasi ekonomi itu? Kembali ke pengertian globalisasi mengenai hilangnya batas-batas negara sehingga segalanya dapat dilakukan dengan lebih mudah, globalisasi ekonomi juga bisa dikatakan terjadi karena hilangnya batas-batas negara sehingga penyaluran produksi luar negeri melalui perdagangan internasional dirasa menjadi lebih mudah karena mudahnya akses keluar dan masuk barang. Integrasi pasar yang menjadi bebas memunculkan globalisasi menjadi sebuah fenomena yang sekarang ini juga tengah kita rasakan.

Sebenarnya globalisasi ekonomi sudah terjadi sejak zaman dahulu dengan adanya perdagangan internasional, malah globalisasi ekonomi berjalan lebih bebas dan lebih mengglobal dibandingkan dengan yang sekarang (Susanto 2013). Pemikiran skeptis dalam melihat globalisasi pada masa sekarang menunjukkan bahwa globalisasi ekonomi yang sekarang ini menjadi kurang terintegrasi dan kurang terbuka dibandingkan dengan pada abad kesembilan belas dan awal abad keduapuluh (Held 2003). Globalisasi ekonomi saat ini, yang salah satunya dinilai berdasarkan perdagangan internasional, dinilai menjadi kurang terbuka dan kurang terintegrasi antar negara. Dengan kata lain kurang mengglobal dan justru lebih mengglobal ketika abad kesembilan belas. Meski demikian fenomena globalisasi ekonomi baru dirasakan sekarang dengan semakin berkembangnya perusahaan multinasional yang sekarang ini menjadi trend dunia juga dengan mulai meningkatnya organisasi dan rezim internasional khususnya dalam bidang ekonomi.

Perusahaan multinasional menjadi fenomena luar biasa dengan adanya globalisasi ekonomi pada masa global sekarang ini. Perusahan-perusahaan mulitinasional di dunia kini berlomba-lomba untuk menjual barang-barang dan jasa dengan bebagai penawaran menarik. Perkembangan perusahaan multinasional saat ini dirasa sangat luar biasa, bayangkan saja pada tahun 2000 ada sekitar 60.000 perusahaan multinasional yang menjual barang dan jasa yang ditaksir senilai 15,6 triliun dolar secara global, dan mempekerjakan banyak sekali orang di dalamnya. Diperkirakan juga bahwa perusahaan multinasional menyumbang sekitar duapuluh lima persen produksi dunia dan tujuh puluh persen perdagangan dunia dengan penjualan mereka yang menghasilkan sama dengan limapuluh persen GDP dunia (UNCTAD 2001, dalam Held 2003, 53).

Dengan data-data tersebut dapat dilihat bahwa perusahaan multinasional menjadi salah satu sektor strategis dalam ekonomi global saat ini dalam bidang pengindustrian. Perusahaan multinasional, bukan hanya menjual barang dan jasa dengan berbagai penawaran yang menarik, melainkan juga menjual infomasi yang tidak kalah menariknya sehingga banyak menarik minat konsumen (Mubah 2013). Hal ini didukung dengan perkembangan teknologi informasi yang semakin canggih, informasi dari berbagai perusahaan multinasional menjadi semakin mudah terinternalisasi dalam diri konsumen.

Globalisasi ekonomi sangat berpengaruh dengan perekonomian nasional dan kecenderungan untuk mengimpor daripada memproduksi sendiri. Bagaimana tidak, seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, barang-barang luar yang masuk ke tengah-tengah masyarakat kita yang konsumtif ini sudah mampu merajai pasar lokal dan toko-toko juga akhirnya lebih senang menjual barang impor karena dinilai sebagai yang lebih menguntungkan daripada menjual produksi lokal yang jarang diminati oleh konsumen. Dengan begitu, melihat barang impor yang lebih menguntungkan, pemerintah cenderung lebih suka mengimpor meski sebenarnya biaya produksi sendiri lebih murah. Banyak yang mengimbau untuk memakai produk dalam negeri, namun hal itu sangat sulit terjadi. Mengapa demikian? Imbauan itu menjadi hanya imbauan karena pemerintah sendiri banyak mengimpor untuk “meladeni” sifat konsumtif para konsumen lokal terhadap barang luar.

 

Referensi:

Held, David dan Anthony McGrew. 2003. “A Global Economy?”, dalam Globalization/Anti-Globalization, Oxford: Blackwell Publishing Ltd., pp. 38-57

Susanto, Joko. 2013. Global Economy, dalam Kuliah Pengantar Globalisasi, Universitas Airlangga. Kamis, 28 Maret 2013

Mubah, M. Safril. 2013. Global Economy, dalam Kuliah Pengantar Globalisasi, Universitas Airlangga. Kamis, 28 Maret 2013.

Ihsan, Fariz Rifqi. 2012. Globalisasi Ekonomi dan Dampaknya Bagi Indonesia, dalam http://ekonomi.kompasiana.com. Diakses pada Senin, 1 April 2013 pukul 11.00 WIB. 

 



Read More | Respon : 0 komentar

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :   
   

Kategori

Artikel Terbaru

Artikel Terpopuler

Komentar Terbaru

Arsip

Blogroll

Lets have talk on Twitter!

My Treasured Life

    Instagram

Pengunjung

    1.761.801