Fiqarrahmadani Yustiazari

a piece of my IR life

GLOBALISASI DAN GLOBALISME

09 April 2013 - dalam Pengantar Globalisasi Oleh fyustiazari-fisip12

Menoleh ke belakang menggugah kesadaran kita bahwa zaman telah banyak sekali mengalami perubahan. Siapa yang tidak tahu telepon genggam di zaman sekarang ini? Barang tersebut sekarang terhitung bukan barang mewah lagi karena sudah biasa dimiliki oleh hampir semua orang, bahkan anak-anak. Sesuatu yang menyenangkan memang membunuh kesadaran kita bahwa kita telah banyak berubah. Perubahan dunia yang entah kapan membuat kita pun ikut berubah. Kita sedang behadapan dengan satu fenomena yang sebenarnya telah muncul sejak dahulu kala namun terkadang baru dapat dirasakan katakanlah baru-baru ini. Semua aspek kehidupan yang serba mudah yang dirasa sangat menguntungkan membuat kita menyadari bahwa di dunia yang kita tinggali sekarang ini sedang terjadi fenomena yang disebut dengan globalisasi. Benarkah, globalisasi? Apakah kita sebenarnya sedang menikmati globalisasi itu sendiri atau sebenarnya ada dalam pengaruh yang disebut sebagai globalisme sebagai dampak globalisasi?

            Tidak ada yang bisa mengatakan dengan pasti kapan globalisasi pertama kali muncul. Perjalanan Marco Polo dalam menemukan benua Amerika mungkin bisa menjadi awal munculnya globalisasi karena ia berhasil menemukan benua yang artinya ia melakukan mobilitas sehingga sampai dapat menemukan benua Amerika. Atau mungkin hal tersebut tidak relevan jika dikatakan sebagai awal dari munculnya globalisasi. Tidak ada yang bisa menjawabnya secara pasti.

            Beberapa orang berpendapat bahwa globalisasi lahir karena adanya perdangan internasional yang dilakukan melalui jalur laut. Barang-barang kebutuhan Benua Eropa bisa dipenuhi oleh produk-produk dari Benua Asia, begitupun sebaliknya. Jalur laut, juga kapal yang digunakan sebagai fasilitas perdagangan internasional tersebut juga merupakan indikasi munculnya globalisasi yang sudah dikenal sekarang ini. Adanya alat transportasi kemudian membuat manusia bermigrasi atau berpindah dari satu tempat yang lainnya. Mobilitas menjadi semakin mudah.

            Munculnya perusahaan East India Company yang terkenal pada saat itu menjadi awal dikenalnya perusahaan multinasional yang sekarang ini bahkan sudah merajalela di seluruh dunia. East India Company menjadi semakin powerful ketika Dutch East India Company dan French Compagnie des Indes bergabung. Munculnya fenomena-fenomena yang sedikit dijelaskan di atas menunjukkan bahwa globalisasi telah muncul dari zaman dahulu kala. Hubungan perdagangan antarnegara melalui jalur laut sehingga kebutuhan tiap-tiap negara terpenuhi, menunjukkan bahwa terjadi kemudahan untuk manusia dalam melakukan sesuatu. Perkembangan yang demikian dirasa semakin memudahkan mobilitas ini kemudian semakin dieksplor untuk dapat menjadi lebih menguntungkan lagi. Eropa merupakan salah satu negara yang aktif melakukan sesuatu agar globalisasi terus berkembang dengan terus melakukan inovasi-inovasi terhadap alat-alat mereka. Eropa bahkan mendominasi perdagangan global pada saat itu.

            Globalisasi juga ditandai dengan beberapa penemuan. Misalnya telegram yang memungkinkan manusia untuk berkomunikasi dengan lebih mudah. Telegram, yang dianggap memudahkan manusia untuk melakukan komunikasi, terus dikembangkan untuk meningkatkan fungsinya dalam memudahkan manusia dalam melakukan komunikasi. Pada abad kesembilan belas, manusia semakin mudah untuk melakukan mobilitas. Bukan hanya semakin mudah tetapi juga semakin murah. Muncul internet yang dampaknya sangat luar biasa dalam kehidupan manusia. Kita bisa tahu apa yang sedang terjadi di dunia ini dengan hanya beberapa pencarian saja. Sejak dikenalnya internet, era digital tidak dapat dipungkiri lahir di tengah-tengah masyarakat yang tidak pernah puas untuk menguntungkan dirinya sendiri.

            Sesuatu yang menguntungkan tentu dapat diterima dengan mudah oleh manusia. Terkadang tanpa melihat sisi negatifnya. Dunia kita memang sedang mengalami globalisasi. Namun apa yang sebenarnya terjadi pada manusia-manusia di dunia ini yang merasa sangat diuntungkan dengan adanya fenomena globalisasi? Orang-orang yang terbuka tentu merasa senang dengan adanya fenomena globalisasi, bahkan terlalu tebukanya kita membuat kita tidak sadar bahwa yang sebenarnya masuk di benak kita adalah ideologi globalisme yang membuat kita terkadang “mengagungkan” globalisasi itu sendiri.

Manfred B. Steger (2002) mengungkapkan lima klaim globalisme, yaitu (1) globalisasi sama dengan liberalisasi. Hal ini terkait dengan adanya pasar bebas yang dianggap memberikan keuntungan pada manusia. (2) Globalisasi tidak dapat dihindari. Globalisasi datang membawa banyak keuntungan bagi manusia, hal ini tidak dapat dihindari dan memang merupakan sesuatu yang alami timbul, suka atau tidak, semua orang tidak dapat menghindarinya. (3) Tidak ada yang bertanggung jawab atas globalisasi. Berkaitan dengan pernyataan nomor dua, globalisasi terjadi secara alami, bukan ciptaan manusia. (4) Globalisasi menguntungkan semua pihak. Hal ini yang selalu ada di benak banyak orang bahwa globalisasi membawa keuntunganyang besar. (5) Globalisasi menyebabkan perkembangan demokrasi dunia. Munculnya globalisasi memberikan perubahan dunia yang menjadi lebih demokrasi.

            Sikap yang terlalu positif terhadap globalisasi membuat kita menjadi salah menerimanya. Globalisasi dilihat sebagai suatu hal yang selalu menguntungkan semua pihak sehingga masuknya beberapa hal yang dapat mengganggu kestabilan tetap diterima dengan senang hati. Sesuatu yang memiliki sisi baik tentu memiliki sisi kebalikannya pula. Secara tidak sadar ternyata orang-orang yang terbuka – dan secara otomatis merasa diuntungkan dengan globalisasi – dimasuki oleh ideologi yang bernama globalism, dimana mereka merasa bahwa globalisasi merupakan sebuah hal yang selalu menguntungkan.

            Globalisasi merupakan sebuah fenomena yang memang tidak bisa dihindari. Fenomena ini bukan diciptakan oleh siapa-siapa melainkan muncul dengan sendirinya karena adanya “tuntutan” dunia yang mengalami perkembangan. Memaknainya secara positif dan cerdas merupakan sebuah hal yang perlu dilakukan agar kemudian pemaknaannya tidak menjadi salah kaprah serta agar terjadinya globalisasi tidak lantas menjadi bumerang yang dapat merusak diri kita sendiri.

 

Referensi:

LeGrain, Philippe. 2003. “A Brief History of Globalisation”, dalam Open World:

      Truth About Globalisation, London: Abacus Book, pp. 80-117.

Steger, Manfred B. 2002. “Five Central Claims of Globalism”, dalam Globalism: The

     New Market Ideology, Oxford: Rowman & Littlefield Publisher, Inc., pp. 43-80.

 



Read More | Respon : 0 komentar

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :   
   

Kategori

Artikel Terbaru

Artikel Terpopuler

Komentar Terbaru

Arsip

Blogroll

Lets have talk on Twitter!

My Treasured Life

    Instagram

Pengunjung

    1.761.799