Fiqarrahmadani Yustiazari

a piece of my IR life

PERKEMBANGAN KAPITALISME DI INDONESIA

07 April 2013 - dalam Studi Strategis Indonesia Oleh fyustiazari-fisip12

Indonesia juga pernah mengalami masa-masa kapitalisme yang mengalami dinamika pekembangan dari masa ke masa. Terlebih pada masa penjajahan sebelum kemerdekaan, kapitalisme di Indonesia sungguh terasa. Kapitalisme yang dilakukan pada masa kolonialisme tersebut juga bahkan mempegaruhi industrialisasi yang berkembang di Indonesia pada masa setelah kemerdekaan dan bahkan hingga sekarang. Bagaimana perkembangannya dan pengaruhnya tersebut?

            Masa penjajahan atau masa sebelum kemerdekaan menjadi suatu masa dimana Indonesia merasakan kapitalisme akibat kolonialisme Belanda. Pada saat itu terdapat bentuk-bentuk kapitalisme yang dirasakan oleh bangsa Indonesia. Ekspolitasi sumber daya alam yang dilakukan Belanda dengan penerapan cultuurstelsel atau tanam paksa yang dilakukan demi keuntungan Belanda semata seperti yang diungkapkan pada tulisan yang berjudul “Imperialisme di Indonesia”.  Tidak hanya eksploitasi sumber daya alam tetapi juga eksploitasi sumber daya manusia dengan bentuk kerja paksa pembangunan jalan-jalan yang diterapkan secara tidak manusiawi.

            Kapitalisme yang dialami Indonesia semata-mata dilakukan Belanda adalah untuk mengeruk keuntungan yang sebanyak-banyaknya. Hal itu akhirnya berpengaruh terhadap industrialisasi di Indonesia sampai sekarang. Sebelum membahas bagaimana pengaruhnya, mari melihat bagaimana perkembangan kapitalisme di Indonesia pada era selanjutnya. Setelah kemerdekaan perekonomian Indonesia mengalami masa-masa lemah. Karena itu, Presiden Suharto yang membawa tatanan Orde Baru melalui pemerintahannya menekankan pada perbaikan ekonomi yang ada di Indonesia. Masa Orde Baru pada saat itu merupakan masa yang bisa dibilang “keras dan kaku”. Terdapat pembatasan atas hak-hak rakyat untuk berpendapat karena dikhawatirkan akan mengubah tatanan yang sudah ada.

Rezim Suharto dalam pemerintahannya keras namun perlahan-lahan membawa kemakmuran atau setidaknya kehidupan berkecukupan di Indonesia dan meningkatkan ekspor. Namun, masa Orde Baru Presiden Suharto mencerminkan suatu bentuk pemerintahan oligarki yang menempatkan golongan-golongan dengan power kuat atau penguasa sebagai pengambil keuntungan sesuai kepentingannya (Hadiz dan Robinson, 2004: 42). Perbaikan ekonomi yang seakan-akan mengalami keberhasilan, karena memang dirasakan kecukupan oleh masyarakat banyak, ternyata merupakan satu bentuk kebijakan yang digunakan untuk memperkaya diri sendiri (penguasa). Kapitalisme yang sesungguhnya dialami pada saat itu. Presiden Suharto pada saat itu menggagas pembangunan untuk memperbaiki tatanan ekonomi Indonesia yang dibiayai dari hutang-hutang dan dari investor luar negeri. Masa Orde Baru membuka lebar peluang investor asing untuk menanamkan modal di Indonesia. Seperti ketika bisnis Cina menduduki Indonesia. Bahkan bisnis Cina meraih 61 juta hektar hutan yang dialokasikan tanpa proses yang transparan dari Direktorat Kehutanan (Hadiz dan Robinson, 2004: 56).

Kekuasaan terhadap tatanan negara yang digunakan sebagai celah untuk menjalankan bisnis pribadi merupakan pejalanan menuju kehancuran. Benar saja, pemerintahan Presiden Suharto yang terlalu lama terjadi hingga terjadi krisis ekonomi yang menyebabkan harga barang-barang menjadi mahal sehingga menimbulkan protes dari kalangan bawah. Ditambah lagi Indonesia yang tidak mampu membayar hutang-hutangnya. Protes yang mengalir deras dari berbagai kalangan menyebabkan lengsernya Presiden Suharto digantikan oleh B. J. Habibie yang pemerintahannya merupakan awal dari era reformasi.

Berakhirnya Orde Baru digantikan oleh Reformasi bukan akhir dari kapitalisme di Indonesia. Pada kenyataannya sekarang pun Indonesia masih mengalami kapitalisme. Sumber daya alam dan sumber daya manusia di Indonesia dieksploitasi oleh negara-negara asing tanpa usaha yang nyata dari pemerintahan Indonesia untuk menghindarinya. Mungkin ini adalah salah satu bentuk pengaruh kolonialisme asing terhadap perkembangan kapitalisme di Indonesia bahwa Indonesia cenderung “terbiasa” menyerahkan sumber-sumber kekayaannya yang melimpah kepada pihak asing sehingga kapitalisme bisa dengan mudah menyerang Indonesia.

 

Referensi:

Malaka, Tan. 2008. “Kapitalisme Indonesia”, dalam Aksi Masa. Yogyakarta: Penerbit

            Narasi, pp. 44-54.

Robinson, Richard dan Vedi R. Hadiz. 2004. “The Genesis of Oligarchy: Soeharto’s

            New Order 1965-1982”, dalam Reorganising Power in Indonesia: the Politics

            Of Oligarchy in an Age of Markets, New York: RoutledgeCurzon, pp. 136-167

 



Read More | Respon : 0 komentar

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :   
   

Kategori

Artikel Terbaru

Artikel Terpopuler

Komentar Terbaru

Arsip

Blogroll

Lets have talk on Twitter!

My Treasured Life

    Instagram

Pengunjung

    1.761.798