Fiqarrahmadani Yustiazari

a piece of my IR life

Rezim dan Organisasi Internasional

17 March 2013 - dalam Rezim Internasional Oleh fyustiazari-fisip12

Kebanyakan orang pasti sudah banyak mengenal atau setidaknya mendengar istilah Organisasi Internasional. Sebelumnya telah dibahas mengenai rezim termasuk mengenai definisinya. Perbedaan antara rezim dan organisasi kemudian menjadi pembahasan yang menarik. Penulis akan membahas perbedaan oganisasi internasional dan rezim namun sebelumnya, definisi oganisasi internasional penting untuk dipahami terlebih dahulu.

            Dalam memahami definisi dari organisasi internasional terdapat dua pendekatan umum yaitu pendekatan institusional dan pendekatan rezim. Pendekatan institusional melihat bahwa organisasi internasional memiliki struktur formal, pengorganisasian, dan hirarki birokrasi (Barkin, 2006: 27). Organisasi internasional merupakan suatu perkumpulan yang memiliki sistem yang terstruktur dan formal. Terdapat prosedur-prosedur dan sistem-sistem tertentu yang berlaku dalam organisasi internasional yang harus dilakukan oleh anggota-anggota yang tergabung di dalamnya.

            Organisasi internasional dibentuk secara formal yang bermula dari sebuah perjanjian – yang biasanya menjadi sebuah teks yang biasa disebut perjanjian internasional – yang berisi kapan organisasi tersebut dibentuk dan alasan-alasan mengapa organisasi tersebut dibentuk. Perjanjian tersebut juga berisi tentang nama organisasi tersebut dan bagaimana prosedurnya bagi yang ingin bergabung. Organisasi internasional juga menentukan tujuan mereka, kapasitas kekuatan mereka, serta bagaimana pembiayaan dari organisasi internasional tersebut. Terkadang dalam perjanjian pembentukan organisasi internasional juga berisi tentang apakah organisasi tersebut akan dibubarkan ketika tujuan mereka tercapai atau tidak (Barkin, 2006: 28). Semua hal bahkan sudah direncanakan dan terperinci secara formal sebelum organisasi internasional itu sendiri terbentuk.

            Sebagian besar organisasi internasional memiliki elemen administrasi dan elemen politik (Barkin, 2006: 28). Terdapat pegawai administrasi dalam oganisasi internasional. Pegawai administrasi inilah yang benar-benar bekerja untuk oganisasi. Kesetiaannya kepada organisasi adalah benar-benar untuk mencapai tujuan organisasi tempat ia bekerja. Berbeda dengan orang-orang yang ditunjuk sebagai “pekerja politik” dalam suatu organisasi internasional. Para “pekerja politik” ini tidak benar-benar bekerja untuk organisasi internasional tersebut melainkan untuk pemerintahan di negara asalnya. Contohnya, seorang spesialis ekonomi dari suatu negara bekerja di bagian administratif IMF. Terlepas dari mana ia berasal, ia akan dipekerjakan, dibayar, dan tentu saja bertanggung jawab atas pekerjaannya. Anggota dewan IMF disisi lain akan diangkat dari suatu negara anggota tertentu, orang tersebut kemudian dapat diharapkan untuk mewakili kepentingan negaranya dalam mempengaruhi kebijakan yang akan dikeluarkan oleh IMF (Barkin, 2006: 28). Hal tersebutlah yang bisa dikatakan sebagai elemen politik dari suatu organisasi internasional.

            Organisasi internasional memiliki hubungan dengan penelitian ilmiah, standar teknik, penyelesaian konflik, dan mengenai interaksi antar negara-negara anggota (Barkin, 2006: 29). Bagaimana organisasi internasional berpengaruh terhadap hal-hal yang telah disebutkan diatas? Sebagai contoh mengenai standar teknik, terdapat organisasi mengenai penebangan yang disebut dengan International Civil Aviation Organization (ICAO) termasuk biro navigasi udara dan biro tansportasi udara. Bergerak di bidang navigasi dan transportasi, ICAO merumuskan standar teknik dalam navigasi dan transportasi untuk kemudian digunakan oleh industri penerbangan. Rumusan tersebut kemudian akan disetujui oleh dewan atau petinggi-petinggi di ICAO (Barkin, 2006: 30). Hal yang telah dijelaskan diatas menunjukkan bahwa organisasi internasional dapat berpengaruh untuk seluruh dunia.  Itu merupakan fungsi administratif dari suatu organisasi internasional.

            Jika pendekatan institusional melihat rezim dari apa yang dilakukan para aktor-aktor dalam organisasi internasional tersebut, pendekatan rezim melihat organisasi internasional dari pengaruh perlakuan aktor-aktor terhadap norma, prinsip, aturan, dan prosedur pembuatan keputusan yang diasosiasikan dengan harapan organisasi internasional dan perilaku dari negara-negara di dalamnya. Pendekatan rezim melihat darimana organisasi internasional itu muncul dan bagaimana keefektifannya (Barkin, 2006: 36-37). Jadi pendekatan rezim tidak hanya melihat apa yang dilakukan oleh organisasi internasional tetapi juga mengenai bagaimana efektifitasnya dalam sistem internasional.

            Dari sedikit penjelasan di atas dapat dibedakan antara rezim dan organisasi internasional. Hal pertama yang dapat membedakan rezim dan organisasi internasional adalah cakupan masalah yang disorot. Rezim menyoroti suatu permasalahan yang lebih spesifik sedangkan organisasi internasional lebih luas. Kedua, rezim berlandaskan norma, prinsip, aturan, dan prosedur pembuatan keputusan sehingga rezim melihat bagaimana pengaruhnya terhadap pilar-pilar di atas sehingga efektif terhadap sistem internasional. Sedangkan organisasi internasional memiliki tujuan yang formal dan akan menentukan apa yang harus dilakukan langsung berdasarkan tujuannya tersebut.

 

Reference:

Barkin, J. Samuel. 2006. International Organization, Theories and Institute. New York: Palgave Mc. Milan.



Read More | Respon : 0 komentar

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :   
   

Kategori

Artikel Terbaru

Artikel Terpopuler

Komentar Terbaru

Arsip

Blogroll

Lets have talk on Twitter!

My Treasured Life

    Instagram

Pengunjung

    1.738.649