Fiqarrahmadani Yustiazari

a piece of my IR life

Indonesia, Sebuah Identitas

05 March 2013 - dalam Studi Strategis Indonesia Oleh fyustiazari-fisip12

Istilah “Indonesia”, pasti sudah sangat akrab tedengar di telinga kita yang notabene adalah manusia-manusia yang mengaku bertanah kelahiran Indonesia. Namun pada kenyataannya, sebagian besar dari kita hanya sekedar “kenal” dengan Indonesia dan akan segera bingung apabila ditanya tentang apa itu Indonesia? Hal-hal seperti ini disadari sebagai suatu ancaman bagi kita untuk kehilangan sebuah identitas. Kita mengakui bahwa kita orang Indonesia karena kita tinggal di wilayah Indonesia. Namun ironisnya, pengetahuan tentang Indonesia bisa dibilang sangat minim. Bagaimana sebenarnya gagasan yang terkandung dalam istilah “Indonesia” dan bagaimana seharusnya kita memaknainya?

            Hingga dasawarsa-dasawarsa pertama abad keduapuluh, orang-orang tidak tahu bagaimana menyebut kepulauan Indonesia ini sebagai “Indonesia”. Sebelum istilah Indonesia benar-benar lahir, para pelancong-pelancong banyak menyebut Indonesia sebagai “The Eastern Seas (Lautan Timur)”, “The Eastern Island (Kepulauan Timur)”, dan “Indian Archipelago (Kepulauan Hindia)”. Beberapa istilah juga dipakai Belanda dalam menyebut Indonesia pada saat itu, yaitu “Hindia”, “Hindia Timur”, “Hindia (Timur) Belanda”, dan Belanda juga memandangnya sebagai bagian “tropisch Nederland (kawasan tropis Belanda)” (Elson, 2008: 2).

            Kemudian seorang pelancong dan pengamat sosial berkebangsaan Inggris, George Samuel Windsor Earl menggagas kata Indonesia sebagai “Indu-nesians”, namun segera membuangnya dan mengganti istilah tersebut dengan “Malayunesians” karena dianggap terlalu umum. Kolega Earl bernama James Logan kemudian memutuskan bahwa “Indonesian” sebenarnya adalah kata yang lebih tepat untuk digunakan sebagai istilah geografis bukan ethnografis. Logan kemudian membedakan penggunaan istilah tersebut  secara geografis dan ethnografis. Ia kemudian menjadi orang petama yang menggunakan kata “Indonesia” sebagai cara untuk menjelasakan kawasan geografis kepulauan Indonesia. Ia terus menggunakan kata “Indonesia”, “Indonesian”, dan “Indonesians” dalam arti relatif bebas. Istilah Logan tersebut kemudian diikuti oleh orang-orang lain yaitu antara lain oleh  E. T. Hamy, A.H. Keane, dan Sir William Edward Maxwell serta beberapa orang lainnya (Elson, 2008).

            Apakah “Indonesia” kemudian hanya dimaknai sebagai penunjuk geografi saja? Untuk pertanyaan ini, Kern sedikit banyak dapat memberikan jawaban. Dalam jilid kedua Encyclopaedie van Nederlandsch-Indie (1988) menyatakan bahwa kemunculan fungsi penggunaan istilah “Indonesia” adalah sebagai penunjuk suatu kawasan yang dianggap dihuni oleh orang-orang dengan ciri etnik yang mirip (Elson, 2008: 6).

            Kemudian bagaimana kita memaknai gagasan yang terkandung dalam banyak istilah “Indonesia”? Indonesia merupakan negara yang merdeka dan otonom (Elson, 2008: 65) yang dihuni oleh orang-orang yang memiliki ciri-ciri budaya yang sama. Indonesia merupakan suatu wilayah tempat menyatukan banyak budaya yang berbeda. Orang-orang yang tinggal di Indonesia tidak hanya tinggal di Indonesia tetapi juga memiliki ciri-ciri budaya yang sama meski dari suku yang bebeda-beda. Indonesia merupakan satu identitas yang dipakai oleh berbagai suku-suku tersebut untuk menjadi suatu negara yang bersatu. Keunikan tersebut seharusnya dijaga dan dikembangkan untuk menjadi bangsa yang besar. Namun kebanyakan orang Indonesia masih tebentur dengan keberagaman agama, falsafah, bebagai ajaran-ajaran kebatinan (Lubis, 2001: 8). Beragamnya suku, agama, dan ras yang dianut orang-orang Indonesia, membuat mereka sulit untuk menjadi satu Indonesia. Mengapa? Terkadang kebudayaan-kebudayaan beberapa suku sekarang ini masih terasa kental di Indonesia. Bersamaan dengan mengenal dunia modern saat ini, mereka juga masih mempercayai adat-adat yang belaku di suku-suku mereka dibandingkan dengan aturan-aturan pemerintah dalam menyelenggarakan negara sehingga sulit untuk mencapai persatuan yang kuat.

            Indonesia seharusnya digunakan sebagai suatu identitas bagi kita yang tinggal di dalam wilayahnya. Gagasan Indonesia adalah sebagai pemersatu. Seharusnya tidak lagi ada orang-orang yang menganggap bahwa mereka tinggal di bawah bendera suku mereka sendiri. Sebagai orang-orang yang tinggal di wilayah Indonesia, bendera kita adalah satu, yaitu Indonesia. Dengan menyadari hal-hal seperti itu maka akan tercapai gagasan dan cita-cita Indonesia yang telah didamba-dambakan selama ini.

 

Daftar Pustaka

Elson, R. E.. 2008. “Asal-usul Gagasan Indonesia”, dalam The Idea of Indonesia: Sejarah Pemikiran dan Gagasan, Jakarta: Serambi, pp. 1-65.

Lubis, Mochtar. 2001. Manusia Indonesia. Jakarta: Yayasan Obor, pp. 1-53.



Read More | Respon : 0 komentar

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :   
   

Kategori

Artikel Terbaru

Artikel Terpopuler

Komentar Terbaru

Arsip

Blogroll

Lets have talk on Twitter!

My Treasured Life

    Instagram

Pengunjung

    1.767.963