Fiqarrahmadani Yustiazari

a piece of my IR life

Nasionalisme

13 November 2012 - dalam Pengantar Hubungan Internasional Oleh fyustiazari-fisip12

Fiqarrahmadani Yustiazari

A-071211231017

  Dalam hubungan internasional, konsep nasionalisme perlu dipahami. Karena terdapat masing-masing pandangan berbeda dari negara-negara barat dan timur. Nasionalisme memiliki dua wajah yang konsepnya tidak mudah untuk dijelaskan. Mengapa memiliki dua wajah? Hal itu disebabkan karena nasionalisme bisa jadi memperkuat suatu negara atau bahkan menghancurkan negara tersebut.

            Konsep nasionalisme menurut negara timur merupakan sesuatu hal yang sangat penting diperlukan oleh suatu negara. Nasionalisme merupakan semacam sebuah benteng untuk bertahan. Dalam hal ini bertahan dari pengaruh-pengaruh luar negeri yang bisa saja melunturkan jati diri bangsa. Menurut pandangan negara timur. Nasionalisme dapat dijadikan sebagai identitas akan dirinya. Suatu bangsa yang tinggal pada suatu negara dengan nasionalisme yang tertanam pada dirinya, mengakui bahwa dirinya adalah bagian dari negara tersebut. Misalnya seseorang yang tinggal di Indonesia mengakui bahwa ia adalah orang Indonesia.

Nasionalisme merupakan suatu alat yang digunakan sebagai pemeroleh power atau kekuatan suatu negara. Dengan nasionalisme yang tinggi dari tiap-tiap individu dalam suatu negara, maka akan tercipta kepentingan bersama sehingga akan membentuk satu kesatuan yang solid dan akan terbentuk power yang besar. Dengan power yang besar itulah maka semakin mudah suatu negara mencapai kepentingan nasionalnya untuk tetap bertahan di dunia internasional.  Itulah yang disebut nasionalisme menurut negara-negara timur.

            Sangat berbeda dengan pemikiran-pemikiran dari negara timur, negara-negara barat tidak memandang nasionalisme sebagai hal yang dapat memperkuat negara itu sendiri (Wardhani, 2012). Nasionalisme malah bisa saja menjadi penghancur dari suatu negara. Karena nasionalisme bisa saja membuat negara tidak terbuka terhadap luar negeri. Pengaruh luar negeri memang tidak bisa mentah-mentah diterima, namun pengaruh-pengaruh yang baik seharusnya dapat diterima dengan baik guna menjadikannya contoh agar suatu negara menjadi lebih baik.

Menurut kacamata negara barat nasionalisme dapat menjadikan suatu bangsa menjadi terlalu membanggakan negaranya sendiri atau menjadi primodial dan cenderung bersifat chauvinisme. Karena itu nasionalisme bisa saja menghancurkan suatu negara. Dalam kehidupan internasional suatu negara tidak dapat bertahan tanpa negara lain. Pengaruh negara lain tentu juga diperlukan. Karena itu sikap yang terlalu membanggakan negara sendiri dianggap tidak baik dan malah akan membuat negara tersebut tidak maju. Demikianlah pemikiran negara-negara barat mengenai nasionalisme.

Jika dilihat dari sudut pandang barat dan timur, nasionalisme memang memilki dua wajah. Nasionalisme bisa menjadi pembangun sekaligus penghancur suatu negara. Tidak ada yang salah mengenai pemikiran bahwa nasionalisme bisa digunakan untuk pencapaian kepentingan. Nasionalisme merupakan suatu identitas yang membuat suatu negara diakui keberadaannya di dunia internasional. Tiap-tiap penduduk seharusnya memiliki rasa nasionalisme yang tinggi sebagai penyaring pengaruh luar negeri sehingga jati diri bangsa tidak luntur dan rasa bangga terhadap negaranya tetap ada. Apabila penduduknya sendiri tidak memiliki nasionalisme yang tinggi serta tidak mengakui kelebihan bangsanya sendiri, bagaimana mata internasional dapat “melihat” besarnya negara tersebut? Dengan demikian, nasionalisme masih sangat perlu ditanamkan pada jiwa-jiwa tiap penduduk.

Pemikiran negara-negara barat pun tidak dapat dipandang sebelah mata. Karena nasionalisme yang berlebihan memang tidak baik. Bangsa akan cenderung tertutup terhadap negara lain. Jika tertutup, maka akan sulit bagi suatu negara dalam mengikuti perkembangan zaman. Terlebih lagi untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, hal itu akan menjadi sulit apabila suatu negara memiliki nasionalisme yang berlebihan.

Dengan demikian, nasionalisme perlu dipandang melalui dua sisi. Meski sifatnya membangun karena dapat mempertahankan identitas suatu negara di kancah internasional, nasionalisme juga dapat menjadikan suatu negara menjadi “kurang pergaulan”. Oleh karena itu, dibutuhkan pendalaman pemahaman bagi tiap-tiap warga negara mengenai nasionalisme.

 

Referensi:

Wardhani, Baiq Lekar Sinayang. 2012. Kuliah Pengantar Hubungan Internasional. Surabaya: Universitas Airlangga.

 



Read More | Respon : 1 komentar

1 Komentar

sukawati

pada : 09 April 2015


"Bagus ya!!!!"


Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :   
   

Kategori

Artikel Terbaru

Artikel Terpopuler

Komentar Terbaru

Arsip

Blogroll

Lets have talk on Twitter!

My Treasured Life

    Instagram

Pengunjung

    1.746.958