Fiqarrahmadani Yustiazari

a piece of my IR life

Peran dan Pentingnya Nasionalisme dalam Hubungan Internasional

22 October 2012 - dalam Pengantar Hubungan Internasional Oleh fyustiazari-fisip12

Sebagai masyarakat internasional juga masyarakat regional suatu negara, kita tentunya mengenal istilah nasionalisme. Pengertian yang telah banyak dikenal selama ini adalah bahwa nasionalisme adalah sifat dari tiap-tiap warga negara yang menunjukkan rasa cinta mereka terhadap negaranya. Ini bisa ditunjukkan dengan bagaimana kesetiaan tiap-tiap warga negara terhadap tanah dimana ia dilahirkan. Lalu secara lebih detail, apakah nasionalisme itu sebenarnya, dan bagaimana peran dan pentingnya nasionalisme dalam praktik hubungan internasional?

Sejak tahun 1990, nasionalisme telah menjadi pokok pembicaraan yang tidak ada hentinya, hal ini dikaitkan dengan nasionalisme yang masih disangkut pautkan dengan sekelompok golongan yang lebih mendominasi sehingga memungkinkan untuk mengatur golongan lainnya yang disebut resisme.

            Dalam nasionalisme klasik ada beberapa pendapat tentang pengertian dari nasionalisme itu sendiri. Ern Gelner mendefinisikan bahwa nasionalisme sebagai prinsip bahwa ikatan dari budaya seharusnya bertepatan dengan batas-batas suatu negara (Gellner, 1983). Jadi menurut pemahaman kami dapat ditarik makna bahwa nasionalisme merupakan suatu prinsip bahwa budaya suatu negara tersebut sesuai dengan identitas dan batas atau limit negara tersebut. Terdapat suatu jenis nasionalisme yaitu isolationism yang memiliki pengertian bahwa suatu negara harus menjaga negaranya dari pengaruh luar negeri (Nenad, 2001). Jadi nasionalisme berarti mempertahankan identitas suatu negara tanpa adanya campur tangan dari pengaruh negara lain yang mungkin bisa mempengaruhi kehidupan berbangsa negara tersebut.

Nasionalisme adalah sebuah sistem kepercayaan, sebuah ideologi, dan sebuah pergerakan politik yang menjadi salah satu proses pembentukan penciptaan dunia modern. Menurut Benedict Anderson, nasionalisme merupakan suatu imajinasi komunitas. Andersonberpendapat bahwa dalam kenyataannya nasionalisme adalah bukanlah sesuatu yang dengan jelas dapat dijelaskan, namun merupakan hal yang abstrak. Suatu komunitas belum tentu pernah bertemu dengan orang lain yang merupakan satu bangsa dengan mereka, atau bahkan pernah mendengar tentnag mereka, namun mereka merasa memiliki nasionalisme yang sama. Sedangkan menurut Anthony D.Smith, nasionalisme adalah suatu identitas yang diperlukan dalam hubungan internasional (Kania, 2011).

Nasionalisme sebagai ideologi dan pergerakan politik, telah menjadi salah satu proses pembentukan dunia modern. Nasionalisme dewasa ini merupakan dasar moral negara dan sistem internasional.

Nation-state

Bangsa merupakan konsep yang mengartikan identitas etnik dan kultur yang sama yang dimiliki oleh orang-orang tertentu. Negara adalah unit politik yang didefinisikan menurut teritorial, populasi, dan otonomi pemerintah yang secara efektif mengontrol wilayah dan penghuninya tanpa menghiraukan hiomogenitas etnik. Negara menyediakan suatu dasar jurisdikasi politik dan hukum dalam bentuk kewarganegaraan, sedangkan bangsa memajukan hubungan emosional melalui apa yang diperoleh oleh individu-individu yaitu identitas kultural. Nasionalisme membagi konsep nation state ini menjadi beberapa tipe, yaitu negara-bangsa, bangsa-negara, negara tanpa bangsa, dan bangsa tanpa negara.

Bangsa-negara adalah negara yang terbentuk setelah adanya bangsa, misal :Indonesia. Negara-bangsa adalah bangsa yang timbul setelah terbentuknya negara. Bangsa tanpa negara adalah bangsa yang sampai saat ini tidak memiliki cakupan territorial dan kekuasaan politik sebagai negara, misal : Palestina dan Kurdi. Negara tanpa bangsa adalah negara yang tidak memiliki identitas khas yang memang lahir dalam cakupan teritorial tersebut, misalnya : Singapura dan Selandia Baru.

Negara dan/atau bangsa merupakan aktor hubungan internasional, yang memiliki power tertentu untuk mencapai kepentingan nasionalnya. Mereka berinteraksi secara global, dan dengan nasionalisme lah suatu negara dan bangsa bisa meningkatkan power mereka demi mencapai kepentingan mereka semaksimal mungkin.  

Landasan nasionalisme

Landasan nasionalisme terbagi menjadi dua, yaitu civic dan etnik. Civic merupakan landasan nasionalisme suatu bangsa berdasarkan status kewarganegaraan dalam negara. Misalnya, masyarakat Indonesia dipersatukan karena adanya perasaan senasib dan sepenanggungan dengan latar belakang sejarah yang sama sebagai warga negara Indonesia. Sedangkan etnik, rasa nasionalisme lahir berlandaskan suku yang sama. Misalnya, bangsa Kurdi yang tinggal di Turki mengakui diri mereka sebagai bangsa Turki, karena dasar identitas suku yang sama.

Selain Nasionalisme berperan sebagai modal kekuatan untuk mencapai kepentingan nasional dan sebagai alat pemersatu bangsa yang heterogen demi mempertahankan kedaulatan nasional, nasionalisme yang berlebihan dari kapasitas tertentu juga bisa menyebabkan permasalahan dan perpecahan suatu bangsa yang bisa mengganggu stabilitas internasional.

Wujud nyata nasionalisme bisa terlihat dari pola self-determination dan decolonization pada negara-negara bekas kolonial. Pada pola self-determination, negara bekas kolonial secara bebas memiliki kesadaran untuk menentukan nasib hidup bangsa dan negaranya sendiri, misalnya penmbentukan dan penggunaan bahasa nasional mereka sendiri, bukan bahasa negara penjajah. Dengan pola self-determination ini, mereka mengaplikasikannya dalam aksi nyata melalui decolonization, yaitu memisahkan diri dan memerdekakan diri dari bangsa penjajah. Misalnya, Indonesia dari Belanda dan Jepang (Kania, 2011).

Karena nasionalisme merupakan sesuatu yang abstrak dan pendalaman nasionalisme hanya dapat dirasakan oleh masing – masing individu, maka sering sekali muncul pertentangan – pertentangan. Pertentangan yang ada dalam nasionalism dapat diminimalisasi dengan kecerdasan dan analisis: mematahkan persengketaan nasionalis dengan asal-usul biologis, psikologis, dan sosial nasionalisme, membongkar banding nasionalis mitologi sejarah dan antropologi, menguraikan kebingungan berbahaya, menawarkan dan mempertahankan nasionalisme.

Mematahkan persengketaan nasionalis dengan asal – usul biologis, psikologis dan sosial nasionalisme yang dimaksudkan disini adalah dengan membangun kembali rasa nasionalis dengan menekankan ilmu pengetahuan seperti unsur - unsur biologis, psikologis dan sosial nasionalisme karena dengan pemikiran yang lebih ilmiah dapat menghasilkan pemikiran yang rasional terhadap rasa nasionalisme.

Membongkar banding nasionalis mitologi sejarah dan antropologi yang dimaksudkan adalah dengan menerapkan konsep mitologi dan antropologi yang telah di terapkan di universitas dan sekolah kedalam nasionalisme sehingga akar rasa nasionalisme dalam diri setiap individu dapat tertanam dengan kuat.

Menguraikan kebingungan berbahaya adalah dengan memperjelas persengketaan yang terjadi dalam nasionalisme. Sebagai contoh kasus, perbedaan pengertian naionalisme dan kesangkutpautan nasionalisme dengan resisme, serta nasionalisme yang menyangkut legitimasi suatu kebijakan. Jika dalam permasalahan tersebut tidak segera terselesaikan maka akan mengancam keutuhan suatu negara.

Menawarkan dan mempertahankan nasionalisme adalah membuat alternatif nasionalisme karena hal tersebut sangat diperlukan guna menjaga keutuhan nasionalisme suatu negara. Setiap negara dapat menentukan alternative nasionalisme sesuai dengan cara pandang dan ideologi masing - masing.

 

Referensi:

Knutsen, Torbjorn L. 1997.A History of International Relations Theory.Manchester University Press.

Miscevic, Nenad.2001.Nationalism and Beyond.CEU Press.

Mayall, J.1994.”Nationalism in the Study of International Relations" in Groom, A.J.R & Light, M., Contemporary International Relations : A Guide to Theory.Pinter.

Couloumbis, Theodore A. dan James H. Wolfe.1986.Pengantar Hubungan Internasional: Keadilan dan Power.USA: Prentice-Hall Inc., Englewood Cliffs, NJ.

 



Read More | Respon : 0 komentar

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :   
   

Kategori

Artikel Terbaru

Artikel Terpopuler

Komentar Terbaru

Arsip

Blogroll

Lets have talk on Twitter!

My Treasured Life

    Instagram

Pengunjung

    1.761.811