Fiqarrahmadani Yustiazari

a piece of my IR life

Kekuatan Nasional, Modal Interaksi Level Dunia

22 October 2012 - dalam Pengantar Hubungan Internasional Oleh fyustiazari-fisip12

Fiqarrahmadani Yustiazari

A-071211231017

            Masih berkaitan dengan negara yang selalu ingin mencapai kepentingannya, kekuatan atau power mengambil peran penting di tiap-tiap negara. Kekuatan nasional merupakan sebuah modal utama bagi suatu negara untuk melakukan interaksi antarnegara yang bertujuan untuk mempertahankan eksistensinya di dunia internasional. Kekuatan nasional seringkali dianggap sebagai sebuah kekuatan, namun juga seringkali dianggap sebagai sebuah kekuasaan. Oleh sebab itu, konsep kekuatan nasional perlu dipahami untuk mengerti apakah sebenarnya kekuatan nasional itu.

            Lalu apakah pengertian dari istilah kekuatan nasional itu sendiri? Sama seperti kepentingan nasional yang tidak memiliki pengertian tunggal yang bisa mewakili seluruh konten yang ada dalam istilah itu sendiri, kekutan nasional pun tidak memiliki satu pengertian yang sempurna. Konsep kekuatan nasional dapat dimaknai sebagai kemampuan suatu negara untuk mempertahankan posisinya di mata dunia dan mencapai kepentingan negaranya dengan melakukan tindakan-tindakan diplomasi maupun tindakan keras. Pernyataan tersebut didukung dengan pernyataan bahwa power merupakan perpaduan antara pengaruh persuasif dan kekuatan koersif (Perwita, 2005: 13). Kemudian ada pendapat lain dari Morgenthau yang mengatakan bahwa power merupakan kemampuan seseorang untuk mengendalikan hati dan perilaku orang lain. Dari pernyataan Morgenthau yang telah disampaikan diatas, dapat diinterpretasikan bahwa kekuatan nasional memiliki makna sebagai kewenangan dan kekuasaan. Dimana yang berwenang atau berkuasa dapat mengendalikan yang dikuasai atau yang dibawahi.

            Ada beberapa tipe dari kekuatan nasional yaitu soft power, hard power, dan smart power. Soft power merupakan kemampuan suatu aktor hubungan internasional untuk mengendalikan aktor hubungan internasional lainnya untuk melakukan keinginannya dengan jalan diplomasi atau cara-cara halus. Sedangkan hard power merupakan cara yang lebih “keras” yang dilakukan oleh suatu aktor hubungan internasional untuk mengendalikan aktor lainnya untuk mencapai tujuannya, misalnya dengan embargo. Sementara smart power adalah kemampuan suatu aktor hubungan internasional dalam mengendalikan aktor hubungan internasional lainnya dengan cara menggabungkan hard dan soft power. Jadi suatu aktor hubungan internasional melakukan pengendalian terhadap aktor lain melalui kekuatan-kekuatan militer dan ekonominya misalnya, juga melakukan diplomasi terhadap aktor-aktor hubungan internasional yang lainnya.

            Sumber-sumber kekuatan nasional yang juga dapat digunakan sebagai ukuran dari kekuatan nasional, bisa berasal dari berbagai aspek. Secara umum, sumber-sumber kekuatan nasional yaitu meliputi: sumber daya nasional yang dapat berupa aspek geografi, sumber daya alam, dan populasi. Kemudian ada sumber-sumber psikologi sosial yang meliputi kepemimpinan, stabilitas nasional, dan political will. Terdapat juga sumber-sumber bersifat fisik yaitu sumber sintetik berupa kekuatan militer dan kekuatan industri. Sumber-sumber diatas bersifat relatif, artinya jika dilihat berdasarkan kuantitas saja belum tentu dapat menyatakan bahwa negara tersebut memiliki kekuatan yang besar (Wardhani, 2012). Misalnya di Indonesia yang memiliki populasi atu jumlah penduduk yang besar tidak menjamin bahwa Indonesia merupakan negara yang powerful jika tidak diimbangi dengan kualitas SDM yang baik, serta pemerataan yang merata sehingga penduduk tidak tepusat di Pulau Jawa saja.

            Kembali ke konsep power apakah sebagai kekuatan atau kekuasaan? Sebenarnya konsep kekuatan nasional tidak hanya sebatas itu. Untuk memahami konsep kekuasaan, perlu adanya pemahaman menggunakan konsep interaksi. Berbicara kekuatan internasional tidak hanya berbicara mengenai kapasitas dan kuantitas saja, melainkan kombinasi antara keduanya serta diimbangi dengan kualitas yang baik (Dugis, 2012). Dengan demikian konsep kekuatan nasional tidak dapat hanya dimaknai mengenai bagaimana kuantitas sumber daya suatu aktor dalam hubungan internasional atau megenai kekuatannya dalam mengendalikan aktor lain. Konsep kekuatan nasional perlu dipahami dengan konsep interaksi antar aspek-aspek yang ada dengan pengelolaan dan kualitas yang baik sehingga akan berkembang kekuatan nasional yang besar pula.

 

Reading:

Perwita, Anak Agung Banyu and Yanyan Mochammad Yani. 2011. Pengantar Hubungan Internasional. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.



Read More | Respon : 0 komentar

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :   
   

Kategori

Artikel Terbaru

Artikel Terpopuler

Komentar Terbaru

Arsip

Blogroll

Lets have talk on Twitter!

My Treasured Life

    Instagram

Pengunjung

    1.761.808