Fiqarrahmadani Yustiazari

a piece of my IR life

National Interest, Bentuk Upaya Pertahanan

12 October 2012 - dalam Pengantar Hubungan Internasional Oleh fyustiazari-fisip12

Fiqarrahmadani Yustiazari

A - 071211231017

            Hubungan internasional memiliki suatu national interest dalam esensinya. Dalam hubungan internasional, kepentingan nasional merupakan salah satu landasan penting yang mutlak dimiliki oleh setiap negara. Tiap-tiap negara memiliki apa yang disebut sebagai tujuan yang dipertahankan dan diperjuangkan ketercapaiannya, oleh karena itu setiap negara melakukan hubungan internasional. National interest atau kepentingan yang dimiliki tiap-tiap negara jelas berbeda-beda satu dengan lainnya. Hal ini disebabkan karena ideologi atau pandangan yang dimiliki negara satu dan lainnya berbeda. Tidak ada negara yang memiliki kepentingan yang sama persis.

            Kepentingan nasional, kebijakan luar negeri, dan power memiliki hubungan keterkaitan yang sangat erat. Kepentingan nasional merupakan sebuah tujuan, kebijakan luar negeri adalah alatnya, dan power merupakan suatu modal. Suatu negara akan mencapai tujuannya yang berupa kepentingan nasional itu sendiri menggunakan alat bernama kebijakan dan bermodal kekuatan atau power negara tersebut (Wardhani, 2012). Ketiga aspek dalam masalah kepentingan nasional ini saling berkaitan seperti rantai yang tertutup karena pada akhirnya negara mengusahakan kepentingan nasionalnya dengan menggunakan modal, yaitu power untuk mendapatkan power itu kembali. Suatu negara mempertahankan kepentingan nasional untuk mendapatkan status di mata dunia, yaitu dengan mendapatkan pengakuan dunia atas kekuatannya.

            Suatu negara menggunakan kepentingan nasionalnya sebagai suatu pedoman untuk menjalankan pemerintahannya. Negara akan melakukan apapun untuk mempertahankan kepentingannya, oleh sebab itu kepentingan nasional menjadi pedoman bagi suatu negara untuk menentukan kebijakan. Kepentingan nasional juga berfungsi sebagai evaluasi bagi pemerintah dalam melakukan pemerintahan. Kepentingan nasional yang bagus belum tentu dapat diterapkan dengan bagus juga oleh suatu negara, oleh karena itu pemerintah dapat mengevaluasi pemerintahannya melalui kepentingan nasional itu sendiri dan menemukan jawaban mengapa kepentingan nasional yang sudah bagus tersebut tidak dapat terprogram dengan baik di negara tersebut.

            Kepentingan nasional memiliki konsep yang tidak cukup jelas dan justru karena itu, masih sering diperdebatkan hingga saat ini (Wardhani, 2012). Terdapat beberapa pendapat mengenai kepentingan nasional yang tidak dapat dikatakan salah, namun juga bukan sebuah kebenaran yang mutlak. Reinhold Niebuhr yang tidak setuju dengan pendapat Morgenthau mengenai pandangan realistis tentang kepentingan nasional mengungkapkan bahwa pencarian dari kepentingan nasional harus didasarkan pada pertimbangan yang normatif (Glanville, 2005). Pendapat lain mengenai konsep kepentingan nasional yaitu bahwa kepentingan nasional merupakan sebuah kepentingan yang bersifat elastis (Rochester, 1978: 77). Kepentingan nasional dalam suatu negara bisa berubah sesuai dengan keadaan dan kebutuhan negara tersebut. Masih ada banyak lagi pendapat mengenai konsep dari kepentingan nasional. Namun tidak ada satupun pendapat mewakili konsep yang paling benar.

            Dengan demikian, melihat ada banyak pendapat mengenai konsep kepentingan nasional, dapat ditarik suatu kesimpulan yang mendasar tentang mengapa setiap negara memiliki kepentingan nasional. Pada dasarnya kepentingan dari setiap negara yang paling vital adalah tentang pertahanan. Setiap negara memiliki berbagai macam kepentingan nasional yang membuat mereka melakukan apapun untuk mencapai tujuan itu. Pada akhirnya, inti dari konsep kepentingan nasional yang begitu sulit ditarik dan masih dalam perdebatan adalah bahwa setiap negara melakukan upaya-upaya adalah supaya mereka dapat bertahan dalam kehidupan internasional.

 

Referensi:

  1. Glanville, Luke. 2005. Who Are We to Think about the “National Interest”.
  2. Rochester, J. Martin. The “National Interest” and Contemporary World Politics.


Read More | Respon : 0 komentar

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :   
   

Kategori

Artikel Terbaru

Artikel Terpopuler

Komentar Terbaru

Arsip

Blogroll

Lets have talk on Twitter!

My Treasured Life

    Instagram

Pengunjung

    1.751.161