Fiqarrahmadani Yustiazari

a piece of my IR life

Aktor dalam Hubungan Internasional dan Peranannya

04 October 2012 - dalam Pengantar Hubungan Internasional Oleh fyustiazari-fisip12

Fiqarrahmadani Yustiazari

A - 071211231017

            Dalam drama terdapat pelaku-pelaku yang memerankan suatu karakter dan membawa sebuah kisah sehingga dapat tersampaikan maksudnya. Begitu pun dalam hubungan internasional yang juga memiliki pelaku-pelaku yang menjalankan peran masing-masing untuk mencapai tujuannya. Aktor termasuk dalam esensi hubungan internasional yang merupakan salah satu hal yang paling penting dalam praktik interaksi antarnegara. Dengan adanya aktor atau pelaku, maka interaksi tersebut akan berjalan. Lalu, siapa sajakah aktor-aktor dalam hubungan internasional? Secara umum terdapat dua jenis aktor dalam hubungan internasional, yaitu state actor dan nonstate actor. Keduanya sama-sama memiliki peran yang penting dan berkaitan dalam hubungan internasional.

            State merupakan suatu wilayah teritorial yang dikendalikan oleh pemerintah dan didiami oleh populasi atau penduduk (Minix et al, 1998: 10). Bisa diartikan bahwa state actor adalah negara itu sediri. State actor atau negara dikendalikan oleh pemerintah sehingga sebenarnya pelakunya adalah pemerintah – yang dapat disebut sebagai “state leader” – yang perannya diatasnamakan sebagai suatu negara. Negara merupakan aktor utama dalam hubungan internasional sekaligus merupakan aktor yang paling besar pengaruhnya. Negara memiliki kekuasaan monopoli kekerasan yang dibuktikan dengan adanya angkatan militer di tiap-tiap negara. Itulah sebabnya negara bisa dikatakan sebagai aktor terkuat dalam hubungan internasional (Wardhani, 2012).

            Bagaimana dengan peran negara dalam hubungan internasional? Peran negara dalam hubungan internasional tentu sangatlah besar. Negara dalam kendali para state actor berperan menentukan kebijakan yang nantinya dapat menentukan posisinya dalam dunia internasional. Baik tidaknya keputusan yang diambil oleh suatu negara dapat mempengaruhi kekuatan negara tersebut dalam hubungan internasional.

            Selain state actor yang merupakan aktor utama dalam hubungan internasional, terdapat juga nonstate actor yang juga berperan penting dalam hubungan internasional. Nonstate actor merupakan pelaku-pelaku hubungan internasional diluar atau selain negara. Dalam nonstate actor terdapat beberapa jenis, yaitu IGO, NGO, dan MNC.

            IGO (International Governmental Organization) merupakan suatu organisasi internasional yang berperan dalam menjembatani kerjasama antarnegara dan menangani masalah-masalah antarnegara dalam bidang negara dan pemerintahan. Contoh dari IGO adalah ASEAN dan PBB. ASEAN yang merupakan organisasi yang terbentuk beranggotakan negara-negara di Asia Tenggara memiliki peran dalam menyelesaikan masalah internal antara anggota-anggotanya.

            NGO (Non-Governmental Organization) adalah organisasi internasional yang berperan dalam kerjasama internasional namun tidak dalam bidang pemerintahan. NGO berfokus pada bidang-bidang lain seperti kesehatan, ekonomi, sosial budaya, dan lain-lain. Contoh dari NGO adalah Palang Merah Internasional yang bekerja dalam bidang kesehatan internasional.

            MNC (Multi National Cooperation) merupakan organisasi bisnis internasional yang juga berperan sangat penting terutama dalam era global sekarang ini. Dalam bidang perekonomian, MNC sangat berperan dalam menentukan kekuatan negara di kancah internasional. Contoh dari MNC adalah Apple, Samsung, KFC, dan lain-lain. Aktivitas produksi dan pemasaran dari produk-produk tersebut ke berbagai negara di dunia, tentu akan mempengaruhi negaranya di mata internasional.

            Aktor-aktor dalam hubungan internasionalseperti yang sudah dijelaskan di atas memiliki masing-masing peran yang sangat penting. Meski negara merupakan aktor utama dan kebijakannya begitu penting dalam menentukan posisi negara di level internasional, namun di era global sekarang ini nonstate actor juga berpengaruh besar dalam menentukan kekuatan suatu negara. Oleh karena itu kerjasama yang baik dan seimbang antara state dan nonstate actor sangat diperlukan dalam hubungan internasional.

 

Referensi:

Minix, dkk. 1998. Global Politics. Beverly: Wadsworth.



Read More | Respon : 0 komentar

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :   
   

Kategori

Artikel Terbaru

Artikel Terpopuler

Komentar Terbaru

Arsip

Blogroll

Lets have talk on Twitter!

My Treasured Life

    Instagram

Pengunjung

    1.761.817