Fiqarrahmadani Yustiazari

a piece of my IR life

Mengenal Esensi Hubungan Internasional

20 September 2012 - dalam Pengantar Hubungan Internasional Oleh fyustiazari-fisip12

“Terdapat perbedaan antara Hubungan Internasional dan hubungan internasional. Hubungan Internasional merupakan sebuah ilmu, sementara hubungan internasional adalah fenomena.” (Baiq Lekar Sinayang Wahyu Wardhani). Hubungan Internasional merupakan ilmu yang dipelajari karena terdapat interaksi antarnegara yang menimbulkan terjadinya fenomena hubungan internasional. Para pencipta ilmu Hubungan Internasional melihat akibat-akibat yang ditimbulkan oleh fenomena hubungan internasional yang akhirnya memunculkan suatu studi Hubungan Internasional.

Dalam hubungan internasional, pada setiap negara memiliki hal-hal pokok mendasar.  Hal-hal pokok dalam hubungan internasional dibedakan menjadi tiga, yaitu aktor (actor), tujuan (interest), dan kekuatan (power). Pada setiap negara terdapat tiga hal tersebut yang menjadi hal mendasar bagi setiap negara dalam melakukan interaksi antarnegara.

            Aktor (actor) dalam hubungan internasional dapat terbagi menjadi state actor dan nonstate actor. Pengertian dari state actor adalah pemerintah yang melaksanakan kekuasaan dan membuat kebijakan dalam hubungan internasional. Nonstate actor adalah peran yang diambil oleh organisasi-organisasi atau aliansi dalam suatu negara diluar pemerintahan. Sebagai contoh adalah MNC. Sementara ada pendapat lain bahwa Aktor dalam hubungan internasional terbagi atas inter-governmental organization, non-governmental organization, dan Individual actors.

            Inter-governmental organization memiliki pengertian yang hampir sama dengan state actor, yaitu peran yang ‘dimainkan’ oleh pemerintah dan non-governmental organization adalah aktor-aktor yang ada di luar pemerintahan. Selain itu terdapat aktor-aktor individu, yaitu negara-negara itu sendiri yang tentu saja memiliki andil besar dalam hubungan internasional.

            Tujuan (interest) dalam hubungan internasional dulunya hanya mengenai bidang militer saja, namun sekarang ini seiring dengan berjalannya waktu dan perkembangan dunia yang semakin global, hubungan internasional mencakup bukan hanya tujuan militer, namun juga dari bidang ekonomi, politik, serta sosial budaya.

            Kekuatan (Power) dalam hubungan internasional dapat digunakan sebagai ukuran seberapa kuat negara tersebut dalam interaksi di kancah internasional dan dapat menjadi status dari suatu negara. Misalnya negara Amerika yang kekuatan ekonominya kuat tentu akan mendapatkan status yang tinggi di mata negara-negara lain dan pengaruhnya akan menjadi sangat besar bagi negara lain.

            Setiap negara pasti memiliki landasan-landasan pokok seperti yang telah dijelaskan di atas. Interaksi antar ketiga esensi tesebut akhirnya membentuk sebuah identitas yang memunculkan adanya hubungan internasional.

Fiqarrahmadani Y. (071211231017)

 



Read More | Respon : 0 komentar

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :   
   

Kategori

Artikel Terbaru

Artikel Terpopuler

Komentar Terbaru

Arsip

Blogroll

Lets have talk on Twitter!

My Treasured Life

    Instagram

Pengunjung

    1.738.631