Fiqarrahmadani Yustiazari

a piece of my IR life

Mengenal Hubungan Internasional

13 September 2012 - dalam Pengantar Hubungan Internasional Oleh fyustiazari-fisip12

Negara-negara di seluruh dunia tentunya tercipta untuk saling melakukan interaksi yang dapat menimbulkan akibat-akibat tertentu. Akibat-akibat tersebut dapat berupa kerja sama sampai dimungkinkan juga dapat berupa konflik. Seiring dengan perkembangan dunia yang semakin pesat, masalah-masalah yang timbul atas dampak dari interaksi antarnegara tentu akan menjadi semakin kompleks. Ditambah lagi dengan timbulnya era global saat ini, diperlukan kemampuan untuk bertahan yang sangat kuat. Dengan begitu dibutuhkan pemahaman tentang permasalahan yang ada dunia dan kemampuan untuk mengambil keputusan yang bijak untuk menghadapi datangnya globalisasi yang semakin lama semakin dapat melunturkan jati diri bangsa. Untuk itu kajian-kajian hubungan internasional perlu dipelajari untuk pembekalan menghadapi masalah yang semakin kompleks di dunia.

            Studi hubungan internasional mengalami perkembangan dari masa ke masa sesuai dengan kebutuhan pada masa tersebut. Pada zaman perang, fokus kajian hubungan internasional adalah tentang perdamaian dunia dan militer. Di tahun 1970an sampai 1980an seiring dengan perkembangan bidang ekonomi, berkembang IPE (International Political Economy) dan menjadi sub-kajian dari hubungan internasional yang mempelajari bagaimana negara-negara di dunia melakukan kerjasama internasional dalam bidang keuangan.

            Sementara kajian hubungan internasional saat ini identik dengan diplomasi politik yang dapat diartikan bahwa pemerintah membuat kebijakan melakukan  kerja sama serta negosiasi atau hubungan melewati batas negara dengan negara lain. Sebagai ilmu politik, hubungan internasional adalah mengenai politik internasional – keputusan pemerintah menyangkut aksi mereka terhadap pemerintah lain. Untuk beberapa cakupan, kajian interdisiplinier, terkait dengan internasional politik dan ekonomi, sejarah, sosiologi, dan disiplin lain (Minix et al, 1998: 4). Hubungan internasional adalah ilmu yang mempelajari tentang masalah-masalah internasional dalam segala aspek kehidupan. Pernyataan tersebut juga didukung dengan adanya ulasan bahwa hubungan internasional selalu cenderung menjadi inter- (atau setidaknya multi-) disuplinier, termasuk elemen-elemen geografi, ekonomi, sejarah, dan politik (Jill et al, 2001).

Sesuai dengan yang tercantum pada Global Politics, West/Wadworst bahwa Mempelajari hubungan internasional memerlukan pengetahuan diskriptif dan teori (Minix et al, 1998: 6). Untuk itu dalam mempelajari hubungan internasional diperlukan bukan hanya pemahaman teori tetapi juga diskripsi yang baik tentang pengkajian masalah-masalah dari berbagai aspek tersebut. Untuk meyelesaikan sebuah masalah, tentu diperlukan kemampuan untuk memahami dan mengidentifikasikan masalah tersebut terlebih dahulu, begitu juga dengan belajar hubungan internasional, diperlukan kemampuan pemahaman dan diskripsi yang baik untuk mengkaji berbagai masalah internasional.

 

Essence of International Relations

  1. 1.     Actor of International Relations

Aktor utama dalam hubungan internasional adalah pemerintah sebagai pengambil keputusan. Karena keputusan yang diambil pemerintah termasuk tentang masalah-masalah internasional yang terkait dengan negaranya tentu akan mempengaruhi kehidupan bernegara suatu bangsa.

Selain pemerintah, ada aktor-aktor lain dalam hubungan internasional yaitu setiap individu dalam negara tersebut yang sikapnya akan dapat mempengaruhi kebijakan pemerintah di masa yang akan datang.

1.1.  State Actors

State adalah kesatuan teritorial yang dikendalikan oleh pemerintah dan didiami oleh populasi (Minix et al, 1998: 10). State bisa diartikan sebagai negara dibawah kekuasaan pemerintah. Aktor state adalah aktor utama yang penting meski bukan sebagai aktor yang berperan penuh dalam hubungan internasional. Aktor state di sini identik dengan kebijakan yang diambil pemerintah dalam menghadapi masalah-masalah, dalam hal ini berkaitan tentang masalah internasional. Secara otomatis, aktor state menjadi aktor penting yang berpengaruh terhadap kehidupan suatu negara.

1.2.  Nonstate Actors

Selain aktor state sebagai aktor utama dalam hubungan internasional, ada aktor-aktor lain yang ikut berperan dan tidak kalah pentingnya dari state aktor, yaitu aktor nonstate yang meliputi organisasi, aliansi, serta individu itu sendiri dalam suatu negara. Peran yang diemban oleh aktor nonstate juga cukup penting dalam mempengaruhi kebijakan di dalam pemerintahan. Dapat dicontohkan dalam bidang ekonomi, sikap perusahaan, pekerja, konsumen, terutama investor dapat membantu pemerintah mengambil kebijakan dalam hal perekonomian negara misalnya mengenai tentang surplus dan defisitnya devisa negara tersebut.

 

Peran dari kedua aktor tersebut sama pentingnya serta saling berkaitan dalam mempengaruhi kebijakan-kebijakan dan pengambilan keputusan khususnya masalah dengan tingkat internasional.

 

  1. 2.     Interest of International Relations

Pada dasarnya, setiap negara pasti membutuhkan negara lain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Hal ini merupakan latar belakang dari interaksi atau hubungan dengan negara lain dengan interest tertentu. Salah satunya adalah upaya pemenuhan kebutuhan dalam negeri dalam bidang SDA dan SDM yang mungkin tidak tersedia, atau tersedia namun kuantitasnya belum mencukupi. Selain itu, karena faktor kepentingan politik yang ada dalam suatu negara pun turut menjadi sorotan penting, serta faktor sosial dan budaya seperti student exchange dan cultures learning. Karena pada intinya, sebuah negara bekerjasama dengan negara lain untuk kepentingan dalam negerinya. Untuk menyikapi masalah tersebut maka negara - negara yang menjalin hubungan internasional membuat beberapa perjanjian yang berisi larangan dan kewajiban yang harus di patuhi dan dilaksanakan setiap negara.

Dari masalah yang telah dijelaskan di atas, lahirlah studi hubungan internasional sebagai disiplin ilmu untuk mempersiapkan para ahli yang mampu menangani isu-isu global tersebut.

  1. 3.     Power of International Relations

Power dalam studi hubungan internasional dewasa ini telah menjadi bahan diskusi yang paling penting. Robert Gilpin mendiskripsikan konsep dari power sebagai “satu dari bidang studi hubungan internasional yang rumit” (1981:13). Sedangkan menurut Joseph Nye, Power adalah kemampuan untuk mempengaruhi hasil yang kamu inginkan, dan, jika perlu, untuk mengubah perilaku dari orang lain untuk merealisasikannya  (Hard and Soft Power in a Global Information Age, n.p 2).

Power dari studi hubungan internasional diklafikasikan sebagai berikut :

  1. 5 negara adikuasa : AS, Rusia, Cina, Britania Raya, Perancis.
  2. Kira-kira 30 negara kuat yang maju :  Eropa, Amerika Utara, Jepang.
  3. Kira-kira 75 negara kuat berkembang : Asia dan Amerika Latin.
  4. Kira-kira 80 negara lemah : Afrika, Asia, Caribian, Pasifik.
  5. Beberapa sistem politik mandiri yang tidak diakui dalam negara yang tertinggal.

Pengklasifikasian tersebut didasarkan pada tingkat perekonomian suatu negara. Infrastruktur yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas suatu negara adalah peningkatan kualitas pelayanan umum, jalan, sekolah dan teknologi modern. Pengakuan empiris suatu negara dipengaruhi oleh tingkat perekonomian negara tersebut. Misalnya, Nigeria atau Kongo. Negara tersebut sangatlah miskin dikarenakan tingkat korupsi yang sangat tinggi dan manajerial keuangan negara yang sangat buruk.

Pada hakikatnya, power sebuah negara tidak hanya berdasarkan kapabilitas ekonominya saja, tapi juga bisa mencakup fungsi dari jumlah penduduk, kekuatan militer, stabilitas politik dan kepiawaian diplomasi internasional, teknologi yang dikuasai, sumber daya alam, serta bentuk pemerintahan dan kepemimpinan politik dan ideologi.

Semakin seimbang kekuatan yang dimiliki sebuah negara dari berbagai sektor tersebut di atas, semakin kuat negara tersebut dalam konteks hubungan internasional.

 

Referensi:

Jill, dkk. 2001. Introduction to International Relations, Prespective and Themes. London: Pearson, Longman

Jackson, R dan Sorensen, G. 1999. Introduction to International Relations. New York: Oxford University Press.

Minix, dkk. 1998. Global Politics. Beverly: Wadsworth.

Perwita, Anak Agung Banyu dan Yanyan Mochammad Yani. 2011. Pengantar Hubungan Internasional. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

 



Read More | Respon : 0 komentar

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :   
   

Kategori

Artikel Terbaru

Artikel Terpopuler

Komentar Terbaru

Arsip

Blogroll

Lets have talk on Twitter!

My Treasured Life

    Instagram

Pengunjung

    1.767.960